Link Banner
Headlines News :
Link Banner
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

12.988 Sekolah Belum Terkoneksi Internet

Ilustrasi sekolah yang belum terhubung internet
Wartanusa - News, Jakarta
Akses internet di sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih rendah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat baru 63,4% sekolah di daerah 3T yang sudah terkoneksi internet. 

Kemendikbud bekerja sama dengan Kemenkominfo mengadakan program Universal Service Obligation (USO) untuk menyediakan akses internet di122 kabupaten daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dari 24 provinsi. 

Saat ini Kemendikbud telah mengusulkan 659 sekolah akan menerima bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui program USO pada 2017. Berdasarkan Data Kemendikbud, di 122 kabupaten tersebut terdapat 35.478 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Dari jumlah tersebut, diketahui 12.988 (36,60%) sekolah belum memiliki koneksi internet.

"Pemerintah akan membantuin frastruktur dan juga latih sumberdaya manusianya," kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Gogot Suharwoto di Kantor Kemendikbud, Jakarta.

Dia memaparkan, Kemendikbud bakal menyediakan datadan lokasi sekolah. Kemudian rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan, menyiapkan sarana dan prasarana akses komputer, melakukan pelatihan kepada guru dan siswa dalam pemanfaatan TIK, serta melakukan monitoring, evaluasi, dan memberikan laporan terhadapperkembangan TIK didaerah 3T.

Rincian 659 sekolah yang diberi afirmasi TIK, yakni 28 sekolah di Provinsi Aceh, 1 (Bali), 7(Banten), 13 (Bengkulu), 16(Gorontalo), 2 (Jambi), 5 (Jabar), 1 (Jateng), 14 (Jatim), 34(Kalbar), 5 (Kalsel), 6 (Kalteng),6 (Kaltim), 8 (Kaltara), 6 (Babel),13 (Kepri), 11 (Lampung), 83 (Maluku), 47 (Malut), 54(NTB), 80 (NTT), 42 (Papua), 23 (Papua Barat), 12 (Riau), 18(Sulbar), 10 (Sulsel), 25 (Sulteng),5 (Sulut), 19 (Sulteng), 17(Sumbar), 18 (Sumsel), 28(Sumut), dan 2 (DIY).

Dalam pengembangan TIK di daerah 3T, Kemendikbud juga telah melakukan bimbinganteknis, baik on site maupun mengundang pengelola TIK ke Jakarta atau Surabaya. Tahun ini sudah 164 sekolah di daerah 3T untuk guru atau pengelola TIK diberikan pendidikan dan pelatihan. 

"Pada tahun sebelumnya,tahun 2015 sebanyak67 sekolah dan tahun 2016 sebanyak 111 sekolah," katanya. Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah berpendapat, guru dan tenaga kependidikan harus memiliki budaya dan kompetensi TIK. 

"Jika tak memiliki budaya dan kompetensi TIK, maka pendidikan kita akan ketinggalan. Faktanya, masih banyakguru belum bisa menyalakan dan mematikan komputer," katanya. Politikus Golongan Karya inimenjelaskan, guru yang menguasai TIK akan termotivasi menjadi guru pembelajar. 

TIK juga bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar. Sebagai contoh, mencari bahan tambahan materi pembelajaran melalui internet atau mencari metode proses pembelajaran yang benar. Guru juga bisa membuat diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)melalui fasilitas internet dan telepon seluler. 

3 Kecamatan di Sumut Surut, Warga Kembali ke Rumah

Ilustrasi banjir
Wartanusa - News, Medan
Banjir yang merendam 3 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) sudah berangsur surut. Warga yang terdampak banjir sudah kembali ke rumah. 

"Banjir di Langkat, untuk saat ini sebagian sudah surut. Tinggal lagi banjir di Kecamatan Babalan, ketinggian air sekitar 30-50 centimeter," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Langkat Noto Atmojo saat dikonfirmasi, Jumat (10/11/2017).

Ia mengatakan, banjir yang sebelumnya merendam di Kecamatan Sei Lepan dan Tanjung Pura sudah surut. Warga di sana sudah kembali rumah.

"Sudah kembali ke rumah. Namun, yang di Babalan, warga ada yang mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga yang tidak terdampak banjir," ujar Noto.

Seperti diberitakan sebelumnya, 3 kecamatan di Langkat terendam banjir. Dari kejadian itu, sebanyak 3.760 KK terdampak. Banjir disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi. 

Pemukul Pramugari, Menelepon Saat Masuk Pesawat

Berita terkini, Wartanusa-news Nusantara
Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Bangka Belitung, yang ditetapkan menjadi tersangka pelaku pemukulan terhadap seorang pramugari maskapai Sriwijaya Air, masih menelepon saat memasuki pesawat. Ia sebenarnya langsung mematikan ponselnya, tetapi keburu ditegur pramugari yang kemudian memicu aksi pemukulan.
"Sebelum kejadiannya, ia menelepon sopir dulu supaya menjemput ke bandara. Kalau nelepon waktu masih menunggu di bandara itu kan biasanya pesawat sering delay. Jadi, biar enggak menunggu, Zak menelepon waktu mau masuk pesawat," kata Ellisa, adik tersangka yang sekaligus menjadi pengacaranya, Kamis (6/6/2013).
Saat berada di dalam kabin pesawat tersebut, Zakaria menelepon sopirnya agar minta dijemput di Bandara Depati Amir. Bila menelepon saat masih menunggu di Bandara Soekarno Hatta, ia khawatir sopirnya menunggu terlalu lama sehingga Zakaria menelepon saat hendak masuk ke pesawat.
Ellisa mengatakan, setelah menelepon menjelang keberangkatan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta, Zakaria langsung mematikan ponsel tersebut. Namun, karena ponsel yang digunakan butuh proses mematikan yang cukup lama ketimbang jenis ponsel umumnya, ada jeda waktu sejak dimatikan sampai layar mati.
"Waktu kita matikan tidak bisa langsung mati. Kan ada jeda waktunya beberapa menit. Mungkin ini yang jadi masalahnya sampai ditegur pramugari," ujarnya.
Teguran tersebut ditanggapi miring oleh tersangka yang menilai sikap pramugari membuatnya kesal. Saat pesawat mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka, Zakaria menegur pramugari yang sama dan secara spontan melakukan pemukulan dengan gulungan koran ke bagian leher korban.
Ellisa meyakinkan bahwa pemukulan yang dilakukan oleh kakaknya itu bukan sifat asli pelaku. Ia menceritakan bahwa kakaknya itu awalnya sedang melakukan dinas luar daerah ke Batam. Tiba-tiba, ia mendapat kabar bahwa istrinya masuk rumah sakit dan hendak dioperasi sehingga Zakaria langsung pulang ke Bangka.
"Mungkin kakak saya sedang kalut. Saya kenal dekat dia, bukan tipikalnya main pukul. Ia bisa saja tidak bisa mengontrol emosinya karena baru mendapat musibah. Saat ini istrinya sedang masuk rumah sakit dan hendak dioperasi," kata Ellisa.

Anak Rimba Pertama Yang Lulus UN SMA

Anak Rimba Pertama Yang Lulus SMA
Wartanusa-news, Nusantara
Besudut, menjadi yang pertama dan satu satunya siswa asal Orang Rimba Jambi yang lulus Ujian Nasional (UN) SMA dan Sederajat 2013. Kepala Sekolah SMAN 14 Tebo, Suparjo mengatakan, Besudut mendapatkan nilai UN 32,2 dengan nilai tertinggi mata pelajaran Matematika 6,25.

Keberhasilan Besudut lulus UN menjadi prestasi baginya karena merupakan satu-satunya Orang Rimba Jambi yang berhasil menamatkan pendidikan formal hingga ke lanjutan tingkat menengah atas.

"Alhamdulilah seluruh siswa di sekolah kami dinyatakan lulus 100 persen, termasuk Besudut dengan memperoleh hasil yang cukup baik," ujar Suparjo di Jambi, Minggu (26/5).

Menurut dia, Besudut yang dikenal dengan nama Irman Jalil termasuk siswa yang tekun dan rajin dalam belajar dengan segala keterbatasannya. Besudut biasanya datang ke sekolah lebih pagi dibandingkan teman-teman lainnya.

Meski menjadi Orang Rimba Jambi pertama yang lulus UN tingat sekolah atas, Besudut enggan berpuas diri. Mimpinya untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi menurutnya akan terus diperjuangkan.

"Saya akan terus berusaha untuk belajar agar bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Saya ingin membuktikan mampu untuk sekolah tinggi sama dengan kelompok masyarakat lainnya," ujar Besudut.

Sementara itu, Manajer Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Rudi Syaf mengatakan, kelulusan Besudut pada UN dipandang sebagai suatu keberhasilan.

"Karena mengingat Besudut adalah satu-satunya Orang Rimba yang berhasil menamatkan sekolah tingkat atas secara formal," ujarnya.

Agar cita cita Besudut untuk sekolah lebih tinggi lagi bisa tercapai, perlu dukungan berbagai pihak untuk membantu pembiayaannya.

Masalah ekonomi bagi siswa Orang Rimba menjadi salah satu kendala, akibat kemarjinalan dan kondisi finansial yang tidak memungkinkan.

Keberhasilan Besudut ini juga diharapkan dapat memacu semangat generasi Orang Rimba Jambi yang saat ini telah 12 orang mengecap pendidikan di SMP dan 53 orang lainnya di sekolah dasar (SD).

Baliho Dipaku di Pohon, Aktivis Lingkungan Protes

Baliho ukuran kecil bergambar calon tersebar
di seluruh pohon yang ada di pinggir jalan
Wartanusa-News, Nusantara
Lembaga swadaya masyarakat dan aktivis lingkungan di Kolaka, Sulawesi Tenggara memprotes banyaknya baliho bakal calon bupati dan wakil bupati ukuran mini yang ditempel di seluruh pohon pelindung sepanjang jalan utama Kota Kolaka. Sebab, tindakan itu bisa merusak pohon dan pemandangan.
Ketua Umum organisasi Mahasiwa Pecinta Alam (Mapala) Universitas 19 November, Kolaka, Siswanto mengatakan, apapun alasannya dan siapapun orangnya, tidak boleh memasang apalagi memaku baliho di pohon pelindung.
"Sekali lagi saya tegaskan tidak ada alasan dan tidak boleh ada baliho yang terpaku di pohon. Itu merusak lingkungan dan pohon itu sendiri. Kami harap pengertian dari para calon bupati atau pengusaha, bahkan dinas terkait agar memperhatikan pohon-pohon tersebut," ungkapnya, Jumat (15/03/2013).
Harapan yang sama juga disampaikan Sudirman, aktivis lingkungan dari Go Green Kolaka. Dia mendesak pemda segera memberikan aturan jelas terhadap para pemasang baliho tersebut. Sebab, memasang baliho dengan dipaku di pohon akan merusak pohon iyu sendiri.
"Yang paling utama adalah merusak pertumbuhan pohon itu sendiri. Dampaknya pasti masalah pemanasan global. Yang kedua terlihat kotor ini lingkungan kalau baliho itu terpasang seenaknya. Apalagi jumlahnya ribuan. Kami tegaskan kita sama-sama lestarikan pohon lah," ungkap Sudirman.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kolaka, Anwar Sanusi menyatakan, pihaknya masih dalam tahap pendekatan persuasif pada mereka yang memasang baliho di pohon.
"Kami tetap bertindak dalam menangani masalah baliho yang terpaku di pohon. Memang kita prioritaskan, tapi ya itu tadi, masih tahap pendekatan dulu. Nanti akan ada sosialisasi agar tidak memasang baliho di pohon-pohon pelindung jalan. Yang jelasnya kami tidak akan tinggal diam," tegasnya.

Hitung cepat Pilgub Sumut, calon PKS dan PDIP bersaing

Pilgub Sumut
Wartanusa - News, Nusantara
Hitung cepat (quick count) perolehan suara Pilgub Sumut dilakukan begitu tempat pemungutan suara (TPS) tutup pukul 13.00 WIB tadi, Kamis (7/3). Dari hitungan sementara dua lembaga survei, pasangan Efendi Simbolon-Djumiran Abdi yang diusung PDIP dan Gatot Pujonugroho-T Erry Nuradi yang diusung PKS, bersaing.

Hitungan Indobarometer, dengan suara masuk 30 persen:

1. Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (21.75%)

2. Effendi Simbolon-Djumiran Abdi (24.08%)

3. Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (11.81%)

4. Amri Tambunan-RE Nainggolan (11.51%)

5. Gatot Pujonugroho-T Erry Nuradi (31.85%)


Hitungan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dengan suara masuk 55,71 persen:

1. Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (19.55%)

2. Effendi Simbolon-Djumiran Abdi (28.93%)

3. Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (8.28%)

4. Amri Tambunan-RE Nainggolan (11.88%)

5. Gatot Pujonugroho-T Erry Nuradi (31.35%)

DPR minta Kapolri & Panglima usut tuntas pembakaran Mapolres

Mapolres OKU
Wartanusa - News, Nusantara
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengaku pilu atas aksi pembakaran yang dilakukan oleh puluhan personel TNI terhadap kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Kota Baturaja, Sumatera Selatan.

"Saya merasa pilu dengan terjadinya bentrokan dari dua alat keamanan utama kita ini," kata Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/3).

Priyo mengatakan, kejadian ini harus segera dihentikan. Selain itu, dia juga meminta kepada pihak-pihak yang berwenang untuk segera mengevaluasi agar tidak timbul bentrok susulan.

"Ini harus segera dihentikan, diredam dan sekaligus ada evaluasi yang bersifat menyeluruh itu, karena kita dapat melihat di beberapa tempat lain, jangan-jangan sudah ada benih-benih konflik di antara kedua institusi ini," tutur dia.

Politikus Partai Golkar ini juga meminta agar Panglima TNI dan Kapolri segera mengambil langkah cepat sekaligus menyelidiki apa penyebab terjadinya insiden berdarah itu.

"Panglima TNI dan Polri harus mengambil langkah-langkah segera untuk meredam itu semua dan sekaligus harus ada penyelidikan yang cukup dan evaluasi yang menyeluruh. Ini semua akan menjadi bahan yang berharga bagi kita untuk mengevaluasi kembali berbagai tata perundangan yang memungkinkan adanya kejelasan mengenai mandat tugas dan kewenangan kedua institusi ini," imbuhnya.

Priyo juga beranggapan, salah satu penyebab sering kalinya TNI dan Polri bentrok karena terlalu banyaknya tugas dan kewenangan Polri untuk menjaga keamanan. Sementara TNI lebih banyak bertugas di markas dan kembali ke barak.

"Saya juga melihat, praktis TNI kembali kebarak dan Polri kemudian kita bebankan berbagai tugas dan kewenangan yang hampir semua dari sektor keamanan. Karena itu perlu ada pemikiran untuk lebih mensinkronkan itu semua itu ke depannya," tandasnya.

Pagi tadi puluhan anggota TNI membakar Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Pemicunya adalah, mereka tidak terima dengan tindakan polisi yang menembak rekannya bernama Pratu Heru Oktavianus karena melanggar lalu lintas.
 
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Wartanusa-News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger