Link Banner
Headlines News :
Link Banner

Bazar UKM Surabaya 2017 Kel. Manyar Sabrangan Kec. Mulyorejo

Kabid Pemasaran Drs. Joko Sulistyo, M.M tinjau stand UKM
didampingi Ketua LPMK dan Lurah Manyar Sabrangan
Surabaya, Wartanusa-News.co.nr -
Kurang lebih sebanyak 27 unit Usaha Kecil Mikro (UKM) dari 30 UKM Keluarahan Manyar Sabrangan Kecamatan Mulyorejo mengikuti Bazar UKM Surabaya yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Pemarasan yang diselenggarakan di Manyar Tegal RW.12 Surabaya, Minggu 26 November 2017 mulai dari jam 09.00 WIB hingga selesai dengan berbagai ceremoni.

Melalui bazar itu, pelaku UKM tidak hanya memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk mereka, namun juga bertemu dan berdiskusi langsung dengan pembeli untuk mendapatkan masukan dan umpan balik akan kualitas produknya, jelas Kepala Bidang Pemasaran Kota Surabaya Drs. Joko Sulistyo, M.M.

"Pada ajang ini, kami menggandeng UKM binaan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Susan Budihardjo dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) kota Surabaya, serta UMKM di sekitar dari warga RW 12 kelurahan Manyar Sabrangan," ungkap Joko.

Kabid Pemasaran saat tinjau stand UKM kerajinan sepatu
Bekerja sama dengan Disperindagin Kota Surabaya, juga ingin memperkenalkan keberadaan Sentra UKM di Kecamatan Mulyorejo yang berjumlah 30 UKM sebagai salah satu pusat penjualan produk-produk makanan olahan dan kerajinan tangan, dan fashion dari UKM di Surabaya.

Sementara itu, Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Susan Budihardjo merupakan pusat pembelajaran dan perlatihan terpadu untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha kecil di bidang fashion.
"Ada 2 UKM binaan PPK Susan Budihardjo itu memproduksi aneka fashion," pungkas Joko.

Camat  Mulyorejo Drs. Sair, MM menjelaskan bahwa sejak adanya UKM memberikan semangat kepada warga untuk tidak pernah berhenti dalam berkarya, berinovasi, serta berkontribusi kepada masyarakat, termasuk dukungan pada UKM Jawa Timur.

"Secara berkala, Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan menggelar bazar beragam produk UKM, yang pada bulan November 2017 ini mengusung produk makanan dan minuman serta kerajinan. Bazar UKM dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga sore," jelas Camat Mulyorejo.

Saya sangat bangga dengan adanya 30 UKM yang dimiliki oleh Kelurahan Manyar Sabrangan Kecamatan Mulyorejo yang pada hari ini dapat hadir 27 UKM dalam kegiatan Bazar UKM yang diadakan Dinas Perdagangan di wilayah RW.12 Kecamatan Mulyorejo pagi hari ini, sehingga 27 UKM yang ada dapat mempromosikan produk-produk yang telah dihasilkan dan dikembangkan selama ini melalui binaan Dinas Pemasaran Kota Surabaya, ulas Lurah Manyar Sabrangan Diana Tri Banjaransari, S.Sos., MM
Naslipan selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan sangat mengapresiasi kegiatan ini yang dibiyai Dinas Perdagangan melalui Dinas Pemasaran dengan tujuan bisa meningkatkan kesejahteraan dan memberikan bimbingan kepada UKM khususnya di wilayah Kecamatan Mulyorejo dengan berikan fasilitas pendaftaran gratis, bimbingan dan sampai cara penjualan dari produk-produk yang telah dihasilkan, ujarnya.@Don

Komboan di Tepi Bengawan Solo

Kades Baron Nurul Yatim menunjukkan congga
hasil menjala di Bengawan Solo saat Komboan
Gresik, Wartanusa-News - Ada banyak sinyal alam muncul saat pergantian musim setiap tahunnya. Komboan di sepanjang Bengawan Solo wilayah Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur jadi sinyal alam kemarau menuju musim hujan.

Mentari pelan mulai menyembul dari sisi Timur. Jam dinding di Desa Baron, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur menunjuk di angka 06.12 WIB. Terlihat warga berbondong-bondong ke sempadan Bengawan Solo.

Tidak hanya warga yang hendak ke sawah, mereka yang mau berangkat kerja pun membatalkan diri dan memilih ikut ke tepi Bengawan Solo yang melintas di tepi desa yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan itu.

Ada yang hanya kail, ada pula yang membawa jaring. Bahkan, tidak sedikit yang membawa alat tangkap ikan bernama jala. Bagi yang tidak punya alat tangkap, mengharap ikan menepi di pinggir bengawan.

"Waktunya Komboan. Banyak ikan yang mengambang di permukaan Bengawan," ujar warga Baron, Sholikin (37).

Ya, Komboan adalah budaya atau sebutan pesta ikan di Bengawan Solo wilayah Kecamatan Dukun. Komboan itu dari bahasa Jawa yang artinya ikan-ikan munggut atau mengambang dan menepi di Bengawan Solo.

Kepala Desa Baron Nurul Yatim menjelaskan, Komboan terjadi sekali dalam setahun yaitu saat pergantian musim dari musim kemarau ke musim hujan.

"Masyarakat sepanjang aliran sungai Bengawan Solo akan menyaksikan munculnya berbagai ikan di permukaan air," ungkapnya, Minggu (19/11/2017).

Ikan-ikan yang mengambang itu mulai jenis congga, keting, wagal, monto, mujair, atau nila sampai ikan beong atau tageh. Ikan beong dan congga paling banyak dicari warga. Selain harganya mahal, juga enak.

Yatim menyebut, mengambangnya berbagai jenis ikan disebabkan pergantian warna air, dari warna bening menjadi warna butek (cokelat). Kemudian, dari debit air yang sedang menjadi besar, dari keadaan air tenang menjadi air dengan arus cepat.

"Makanya, masyarakat menjadikan budaya atau pesta ikan. Yang ke sawah ditunda dan bahkan yang kerja pun batal, demi mencari ikan yang ngambang di Bengawan Solo," ujarnya.

Dia menambahkan, wilayah Dukun merupakan muara Bengawan Solo sebelum masuk muara laut. Makanya, musim Komboan hanya terjadi di wilayah Kecamatan Dukun.

Tidak hanya wilayah Desa Baron, Komboan juga terjadi desa-desa lain sepanjang bibir Bengawan Solo di Kecamatan Dukun di antaranya Desa Karangcangkring, Kedongkedoan, dan Desa Bangeran. Juga bibir Bengawan Solo yang melintas di Desa Tiremenggal, Madumulyorejo, Jrebeng. Bahkan, di Desa Sekargadung, Babak Bawo, Babak Sari, Kalirejo, Sembungan Anyar, Dukunanyar, dan Desa Padangbandung
Warga Madumulyorejo, Abdul Hamid (38) menyatakan, saat Komboan, setiap warga minimal mendapat ikan sebanyak 3 kilogram. Ada yang dijual ke pengepul, ada pula yang dijadikan menu hidangan sendiri.

"Lumayan, udang congga satu kilogramnya Rp100 ribu. Kalau beong yang beratnya mencapai 2 kilogram dihargai Rp35 ribu per kilogramnya. Makanya warga menjadikan Komboan sebagai budaya," katanya.

Pentingnya lagi, budaya Komboan tidak hanya pesta ikan yang mengambang di permukaan Bengawan Solo, namun bagi par petani menandai musim hujan. Artinya, para petani tidak perlu waswas lagi untuk memulai musim tanam.

"Biasanya setelah Komboan diikuti musim hujan. Tandanya musim tanam, tapi di saat yang bersamaan terjadi banjir sepanjang Bengawan Solo. Untungnya, saat ini mulai berkurang," pungkas Nurul Yatim.

Sopir Angkot Probolinggo Demo

Sopir angkot di Kota Probolinggo, Jawa Timur,
demontrasi menolak angkutan online
Probolinggo, Wartanusa-News - Ratusan sopir angkot di Kota Probolinggo, Jawa Timur, demontrasi menolak angkutan online, Senin (20/11/2017). Aksi itu digelar di depan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman.

Awalnya, para sopir angkot itu beraksi di Jalan Pahlawan. Mereka kemudian bergerak ke Kantor Pemkot Probolinggo dan Kantor DPRD Probolinggo.

Dalam tuntutannya, para sopir angkot yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkutan Probolinggo (ASAP) ini mendesak transportasi online segera ditutup. Demonstran menganggap beroperasinya transportasi online telah meresahkan mereka.

Sekretaris ASAP Suyuti mengatakan, bila dalam waktu dekat tidak ada aksi nyata dari pihak terkait, para sopir akan melakukan aksi dengan caranya sendiri.

Seorang Ibu Dituntut 8 Tahun Penjara

Ilustrasi sabu-sabu
Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menghukum Chusnul Chotimah (43), pidana selama delapan tahun penjara, Senin (20/11/2017). Sebab, perempuan warga Jalan Semolowaru RT 05, RW 02 ini, dianggap terbukti membawa dua paket sabu-sabu seberat 0,28 gram dan 0,4 gram.

JPU Adhiem Widigdo dalam surat tuntutannya menyatakan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 UU No 35/2009 tentang Narkotika. Terdakwa yang selama sidang ini terus memandang JPU, berharap mendapatkan tuntutan ringan dari jaksa. Namun kenyataannya terdakwa dituntut sangat berat oleh JPU.

Hal itu langsung mengubah raut wajahnya menjadi lesu dan tertunduk kecewa. Setelah sidang tuntutan itu, terdakwa mengaku kaget dan ingin membuat surat pembelaan pada Ketua Majelis Hakim, Sigit Sutriono.

Perbuatan terdakwa diketahui pada Kamis, 20 Juli 2017, sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas dari Polsek Pabean Cantika mendapatkan informasi terdakwa yang membawa sabu-sabu. Saat itu juga polisi langsung melakukan pengintaian pada terdakwa.

“Saat itu polisi langsung menggerebek rumah terdakwa. Di sana polisi menangkap terdakwa dan ditemukan membawa satu poket sabu sabu dengan berat 0,28 gram di saku celananya,” kata JPU.

Selain itu, lanjut Adhiem, polisi juga menemukan satu poket sabu sabu seberat 0,4 gram di saku jaket milik terdakwa. Terdakwa mengakui jika sabu-sabu itu hendak dijual pada seseorang. Saat itu juga terdakwa langsung digelandang ke Mapolsek Pabean Cantikan. ‎Rencananya, sidang akan dilanjutkan pada Senin (27/11/2017) dengan agenda pembacaan pembelaan oleh terdakwa.

Hari Bersepeda Nasional Dideklarasikan Tanggal 19 November

Pencanangan Hari Bersepeda Nasional akhirnya telah
dideklarasikan setiap tanggal 19 November
Sragen, Wartanusa-News - Pencanangan Hari Bersepeda Nasional akhirnya telah dideklarasikan setiap tanggal 19 November. Pencanangan ini bertepatan dengan berakhirnya Program Gowes Pesona Nusantara 2017 yang berakhir di kabupaten ke-90 di Sragen, Jawa Tengah, Minggu (19/11) siang.

Menurut Menpora, Pencanangan ini menjadi momentum penting, deklarasi dari perwakilan komunitas se-Indonesia menjadi masukan penting Menpora yang akan meneruskan hal itu kepada Presiden untuk diberikan payung hukum berupa Keputusan Presiden (Keppres).

Menpora berharap selain bergowes menyehatkan juga menjadi ajang silaturahmi dan perekat bangsa. "Bersepeda telah dicontohkan para pendahulu dan pejuang bangsa selain menyatukan bangsa dapat merangkai keberbedaan, saat ini kita ulangi dan kembangkan lagi," ujarnya didampingi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Staf Ahli Yuni Poerwanti.

Pihaknya akan segera menyampaikan kepada Presiden terkait deklarasi dari perwakilan komunitas sepeda dari seluruh nusantara. "Dorongan dari komunitas bersepeda dalam penetapan HBN kepada saya akan segera di sampaikan kepada Bapak Presiden untuk menjadi ketetapan bersama semoga akan ada Inpres atau Keppres atau cukup menjadi turunan dari sebuah Inpres tentang Germas yaitu mungkin Menpora menetapkan hari bersepeda atau sebagainya," ujarnya.

Momentum ini lanjutnya sebagai tindak lanjut atas kebiasaan Presiden membagikan sepeda kepada masyarakat. "Ini merupakan _follow up _ terkait kebiasaan Bapak Presiden membagi-bagikan sepeda. Dengan bersepeda secara nasional kita coba tetapkan satu hari bersepeda nasional, pimpinan daerah harus memberi contoh baik melalui peraturan bupati atau lainnya," pesannya.

Salah satu cabang di Olimpiade Rio de Jeneiro adalah sepeda, untuk itu menurutnya pemasalan dan prestasi olahraga bersepeda harus berjalan seimbang. Sebelum deklarasi ini juga dilakukan penyerahan sepeda Marta Murpeni salah satu atlet Gowes Pesona Nusantara 2017 yang digunakan bergowes untuk disimpan di Museum Olahraga TMII. Sepeda ini juga mencetak rekor Muri karena telah digunakan menempuh jarak 5.124 km mengelilingi nusantara.

Pentas Seni Dan Bazar Peringati Hari Pahlawan

Acara pentas seni peringati hari pahlawan
kartar RT.01 dan RT.03 Kel. Mulyorejo
Wartanusa-News, Surabaya - Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai pahlawan, sebagai penerus perjuangan bangsa sekaligus sebagai pengingat pejuang terdahulu, Kartar RT 03 dan RT 01 RW 01 Kelurahan Mulyorejo peringati hari pahlawan pada Minggu, 19/11/2017 bertempat di sekitar jalan Mulyorejo (lampu merah Kodim 0831) dengan dihadiri seluruh warga RW 01 Kelurahan Mulyorejo dan Budiono SH, selaku Lurah dan Babinsa serta Babinkhamtibmas Mulyorejo. 
Peringatan hari pahlawan kali ini sangat meriah, disamping malam pentas seni, sorenya karnaval diikuti warga se-RW 01 sekaligus lomba fashion show juara satu adik Allin, juara dua adik Aqila serta juara tiga adik Cantika dan tak ketinggalan anak –anak ikut serta meramaikan karnaval dengan koustum perjuangan tempo dulu. Panitia menilai peserta yang berkoustum unik, diambil juara satu, dua dan tiga. Juara satu kostum perjuangan disabet oleh peserta dengan nomer 58, juara dua nomer 53 untuk juara tiga disabet nomer 208. Ketua RT 01 menjelaskan.’’ Saya bangga, pada Adik – adik karang taruna, bisa memperingati hari pahlawan yang pertama kalinya bagi kartar RW 01. Kalau bisa tahun depan bisa lebih baik.
Jangan putus asa, contolah pahlawan dulu. Gak pernah lelah memperjuangan bangsa ini. Kalau  bisa diagendakan acara tahunan.’’ Jelas Budiono. Nizam Ardian selaku ketua panitia menambahkan.’’ terutama ucapan terima kasih untuk warga se-RW 01, juga karang taruna yang telah bekerja sama dalam menyelenggarakan acara ini. Semua ini berkat kerjasama yang baik, saya lihat warga disini sangat antusias sekali.’’ Tuturnya. Sedangkan yang menjadi puncak acara ini adalah drama kolosal yang di diselenggarakan dan diperankan oleh karang taruna Karsaga Bersatu dengan tema “Sarep Tambak Oso” yang mengangkat perjuangan dari pejuang dengan nama Sarep Tambak Oso. Lurah Mulyorejo berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk mengisi perjuangan dengan kegiatan yang positif, menjaga lingkungan dan jauhi narkoba karena bisa merusak generasi muda.
Satumin sebagai salah satu tokoh masyarakat menambahkan, “bahwa acara peringatan hari pahlawan seperti ini seharusnya berkelanjutan dan memberikan makna perjuangan kepada generasi muda khususnya dalam membangun bangsa.(Hasan)

Pola Baru Pendistribusian Dana Desa

Presiden menjelaskan dana desa di acara Sarasehan
Nasional DPD-RI di Gedung Nusantara 4 MPR/DPR/DPD
Jakarta, Wartanusa-News - Presiden Joko Widodo menjelaskan kepada para anggota DPD bahwa mulai tahun 2018 mendatang pendistribusian dana desa akan memiliki pola baru. Sebagian dari alokasi dana tersebut akan difokuskan kepada sektor padat karya.

Untuk diketahui, saat dimulainya program tersebut tiga tahun lalu, pemerintah mengucurkan Rp20 triliun bagi program dana desa ini. Kemudian setahun setelahnya meningkat menjadi Rp47 triliun dan kembali meningkat lagi menjadi Rp60 triliun.

"Memang saat itu kita arahkan untuk infrastruktur kecil-kecil yang ada di desa agar produk-produk di desa bisa dibawa ke kota dengan cepat sehingga bisa menopang ekonomi di desa. Dengan adanya dana desa, kita harapkan juga perputaran uang yang ada di bawah menjadi lebih banyak," Presiden menjelaskan di acara Sarasehan Nasional DPD-RI di Gedung Nusantara 4 MPR/DPR/DPD pada Jumat, 17 November 2017.

Namun, sepanjang tiga tahun tersebut, pemerintah melakukan evaluasi terkait pemanfaatan dana desa tersebut. Salah satunya ditemukan bahwa dana yang masuk ke desa itu belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah.

"Oleh sebab itu tahun depan kita akan memulai untuk membangun padat karya. Artinya dana desa di Kementerian PU, Perhubungan, KKP, akan disiapkan skema-skema padat karya sehingga rakyat bisa bekerja di sana dibayar harian atau maksimal mingguan. Kita harapkan peredaran uang akan semakin merata dan uang yang diberikan kepada rakyat semakin hari semakin banyak," tuturnya.

Presiden sendiri mengharapkan dukungan dari DPD RI karena dirinya percaya bahwa para anggota DPD juga memiliki amanat konstitusional untuk memperjuangkan kesejahteraan daerah.

"Ini mestinya DPD ikut memberikan dukungan karena ini juga perjuangan DPD dalam mewujudkan kewajiban konstitusional DPD," ucapnya.
 
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Wartanusa-News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger