Berita terkini, Wartanusa-news Nusantara
Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal
Provinsi Bangka Belitung, yang ditetapkan menjadi tersangka pelaku
pemukulan terhadap seorang pramugari maskapai Sriwijaya Air, masih
menelepon saat memasuki pesawat. Ia sebenarnya langsung mematikan
ponselnya, tetapi keburu ditegur pramugari yang kemudian memicu aksi
pemukulan.
"Sebelum kejadiannya, ia menelepon sopir dulu supaya
menjemput ke bandara. Kalau nelepon waktu masih menunggu di bandara itu
kan biasanya pesawat sering delay. Jadi, biar enggak menunggu,
Zak menelepon waktu mau masuk pesawat," kata Ellisa, adik tersangka yang
sekaligus menjadi pengacaranya, Kamis (6/6/2013).
Saat berada di
dalam kabin pesawat tersebut, Zakaria menelepon sopirnya agar minta
dijemput di Bandara Depati Amir. Bila menelepon saat masih menunggu di
Bandara Soekarno Hatta, ia khawatir sopirnya menunggu terlalu lama
sehingga Zakaria menelepon saat hendak masuk ke pesawat.
Ellisa
mengatakan, setelah menelepon menjelang keberangkatan pesawat dari
Bandara Soekarno Hatta, Zakaria langsung mematikan ponsel tersebut.
Namun, karena ponsel yang digunakan butuh proses mematikan yang cukup
lama ketimbang jenis ponsel umumnya, ada jeda waktu sejak dimatikan
sampai layar mati.
"Waktu kita matikan tidak bisa langsung mati.
Kan ada jeda waktunya beberapa menit. Mungkin ini yang jadi masalahnya
sampai ditegur pramugari," ujarnya.
Teguran tersebut ditanggapi
miring oleh tersangka yang menilai sikap pramugari membuatnya kesal.
Saat pesawat mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka,
Zakaria menegur pramugari yang sama dan secara spontan melakukan
pemukulan dengan gulungan koran ke bagian leher korban.
Ellisa
meyakinkan bahwa pemukulan yang dilakukan oleh kakaknya itu bukan sifat
asli pelaku. Ia menceritakan bahwa kakaknya itu awalnya sedang melakukan
dinas luar daerah ke Batam. Tiba-tiba, ia mendapat kabar bahwa istrinya
masuk rumah sakit dan hendak dioperasi sehingga Zakaria langsung pulang
ke Bangka.
"Mungkin kakak saya sedang kalut. Saya kenal dekat
dia, bukan tipikalnya main pukul. Ia bisa saja tidak bisa mengontrol
emosinya karena baru mendapat musibah. Saat ini istrinya sedang masuk
rumah sakit dan hendak dioperasi," kata Ellisa.
