Link Banner
Headlines News :
Link Banner
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

3 Kecamatan di Sumut Surut, Warga Kembali ke Rumah

Ilustrasi banjir
Wartanusa - News, Medan
Banjir yang merendam 3 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) sudah berangsur surut. Warga yang terdampak banjir sudah kembali ke rumah. 

"Banjir di Langkat, untuk saat ini sebagian sudah surut. Tinggal lagi banjir di Kecamatan Babalan, ketinggian air sekitar 30-50 centimeter," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Langkat Noto Atmojo saat dikonfirmasi, Jumat (10/11/2017).

Ia mengatakan, banjir yang sebelumnya merendam di Kecamatan Sei Lepan dan Tanjung Pura sudah surut. Warga di sana sudah kembali rumah.

"Sudah kembali ke rumah. Namun, yang di Babalan, warga ada yang mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga yang tidak terdampak banjir," ujar Noto.

Seperti diberitakan sebelumnya, 3 kecamatan di Langkat terendam banjir. Dari kejadian itu, sebanyak 3.760 KK terdampak. Banjir disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi. 

Hening Cipta Upacara Hari Pahlawan di Surabaya

Upacara peringatan Hari Pahlawan
di komplek Tugu Pahlawan Surabaya
Wartanusa - News, Surabaya
Upacara Hari Pahlawan 10 November di Surabaya digelar di komplek Tugu Pahlawan, Surabaya. Upacara berjalan khidmat.

Suara sirene berbunyi ketika Inspektur Upacara, Gubernur Jatim Soekarwo memimpin mengheningkan cipta. Sirene selesai meraung saat peserta upacara dari Korsik selesai membawakan iringan musik mengheningkan cipta, Jumat (10/11/2017).

Dalam sambutannya, Soekarwo membacakan sambutan dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Soekarwo menyampaikan sejarah perjuangan para pahlawan dalam pertempuran heroik di Kota Surabaya, mulai dari kiai, pemuda pemudi dari berbagai golongan, suku, ras, agama, dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertempuran sengit dari arek-arek Suroboyo bersama militer Indonesia, rakyat Indonesia dari berbagai daerah mulai anak muda hingga orang tua, yang tercatat bagi sejarah kolonialisasi internasional. Perjuangan itu menunjukkan semangat bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan.

Setelah merdeka, tahapan selanjutnya adalah seluruh rakyat Indonesia tetap harus bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Tema Hari Pahlawan Tahun 2017 ini adalah perkokoh persatuan membangun negeri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan," ujar Soekarwo.

Terus berjuang, bekerja, berkarya bagi pahlawan bagi dirinya sendiri, lingkungan sekitarnya, masyakarat, bangsa dan negara Indonesia," tandasnya.

Setelah prosesi upacara Hari Pahlawan, Gubernur Jatim Soekarwo beserta istri Nina Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf beserta istri Fatma Saifullah Yusuf, memberikan tali asih kepada istri maupun ahli waris dari beberapa pahlawan.

Karyawan SPBU Pakai Kostum Pejuang

Petugas dari salah satu SPBU berpartisipasi peringati
hari pahlawan dengan menggunakan baju pejuang saat bekerja
Wartanusa - News, Semarang
Memperingati Hari Pahlawan, Karyawan SPBU di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) Kabupaten Semarang, memakai pakaian ala pejuang kemerdekaan saat melayani para konsumen. Kostum ala pejuang tersebut dipakai sejak pagi hingga sore hari, nanti. 

Pengawas SPBU 44.506.610 JLA, Doni Hidayat mengatakan, memakai kostum para pejuang ini untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, hari ini. 

"Kami yang menyediakan pakaian ala pejuang yang seadanya. Ini sudah kedua kalinya, pertama saat tanggal 17 Agustus 2017, lalu, terus hari ini," kata Doni, Jumat (10/11/2017). 

Kostum pejuang yang dipakai meliputi pakaian tentara, surjan dengan memakai ikat kepala hasduk pramuka merah putih. Mereka tetap mengenakan identitas nama karyawan yang disematkan di dada. Selain itu, di dekat mesin SPBU dipasang bambu runcing yang dicat merah putih.

"Persiapan mepet sehingga kami pun mencari pakaian ala pejuang yang seadanya. Ini sebenarnya ada surat dari Pertamina untuk memakai seperti ini, tapi surat baru diterima tgl 8 November 2017," ujarnya. 

Kostum tersebut dipakai mulai shif pagi pukul 07.00-13.00 WIB dan shif siang pukul 13.00-18.00 WIB. 

"Untuk satu shif ada 4 karyawan dan saya," kata dia. 

Sementara itu, salah satu karyawan, Sulistyono Nugroho (34), mengakui, konsumen yang membeli BBM banyak menanyakan terhadap seragam loreng-loreng dipakainya. 

"Kami memberitahu memakai seragam loreng-loreng untuk memperingati Hari Pahlawan. Setelah itu, para konsumen baru mengetahuinya," pungkasnya.

Penarik Becak Pasar Kajen Pekalongan Heningkan Cipta

Tukang becak mengheningkan cipta bersama
temannya untuk mengenang pahlawan
Wartanusa -News, Pekalongan
Ada pemandangan berbeda di Pasar Induk Kajen, Kabupaten Pekalongan, pagi ini. Pepat pukul 08.15, terdapat beberapa pengunjung pasar yang menghentikan aktivitas untuk sejenak mengheningkan cipta di Hari Pahlawan ini. 

Himbauan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa terkait Hari Pahlawan dengan mengheningkan cipta selama satu menit mulai 08.15 WIB.

Dalam pantauan detikcom di Pasar Induk Kajen, Jumat (10/11/2017), para pedagang dan pengunjung pasar, berjalan seperti biasanya. Namun, tidak tampak beberapa yang melaksanakan imbauan Mensos di atas.

Di kantor Pasar Kajen, misalnya. Para pegawai kantor menghentikan aktivitasnya untuk mengheningkan cipta. 

Kepala Pasar Kajen, Wajidin mengatakan, pihaknya memang sebelumnya telah mengetahui adanya imbauan dari Mensos ini dari sosial media.

"Ya, karena saya tahu, akhirnya kita lakukan tadi. Kita kumpulkan para pegawai seadanya, lalu kita mengheningkan cita seraya berdoa bagi para pahlawan," kata Wajidin kepada detikcom.

Selain di kantor pasar setempat, warga pasar sebagian kecil juga tampak mengheningkan cipta. Salah seorang penarik becak, Khamidi (57), menundukkan kepala dan menengadahkan tangan mengheningkan cipta bersama teman-temanya. 

"Memang tadi kita mengheningkan cipta dan berdoa untuk para pahlawan. Saya tahu dari pak kades, semalem," katanya.

Sementara itu, banyak juga warga yang tidak tahu-menahu soal imbauan ini.

"Yang saya tahu hari ini memang Hari Pahlawan. Soal mengheningkan cipta, saya tidak tahu. Ya biasa saja," kata Isti (18) pedagang buah di Pasar Kajen.

Hal senada dikatakan oleh Herman (49), pedagang mainan di pasar setempat.

"Saya tidak pernah nonton TV apalagi pegang HP. Jadi saya tidak tahu. Kalaupun tahu, pasti saya lakukan untuk menghargai dan mendoakan para pahlawan," jelasnya. 

Proyek Pengurukan Lahan di Lamongan Dihentikan

Rapat mediasi penghentian pengurukan lahan
Lamongan, Wartanusa-News
Seusai sempat diprotes warga karena mengganggu lingkungan, proyek pengurukan lahan di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan kota pun akhirnya dihentikan. Penghentian proses ini setelah ada mediasi antara warga dengan pengembang yang dimediasi oleh Bakesbangpol Lamongan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, selain warga dan pengembang juga hadir sejumlah pihak dari Satpol PP, polisi dan juga petugas dari Bakesbangpol dalam mediasi. Dalam pertemuan ini, diperoleh kesepakatan kalau proses pengurukan dihentikan hingga ijin pengurukan dikeluarkan oleh pihak-pihak yang berwenang. 

"Untuk saat ini pengurukan memang dihentikan sampai menunggu ijin," kata Kepala Bakesbangpol Linmas Sudjito kepada wartawan, Kamis (9/11/2017) .

Sudjito mengungkapkan, selain menghentikan proses pengurukan, dalam mediasi juga dicapai kesepakatan untuk memberikan ganti rugi kepada warga kelurahan Sukomulyo yang terdampak proses pengurukan. Sudjito mengungkapkan, dalam mediasi ini juga disepakati kalau pengembang harus membersihkan sisa-sisa tanah urug yang berada di jalan raya di sekitar Jalan. Pahlawan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Soal ijin pengurukan memang belum ada," tandas Djito.

Sementara itu, Camat Lamongan, E Sulistyani pun mengakui aktivitas pengurukan di wilayahnya itu memang belum ada izin sama sekali.

"Jangankan izin, pemberitahuan saja tidak," kata Sulistyani.

Seperti diketahui, karena dinilai mengganggu lingkungan dan arus lalu lintas, pengurukan lahan di Jalan Pahlawan diprotes warga. Tak cukup hanya memprotes, warga juga memblokir dan melarang truk pengangkut tanah uruk untuk masuk ke dalam lokasi.

Aksi protes dan blokir itu dilakukan dengan melarang truk-truk bermuatan tanah dari Waduk Jotosanur ke lokasi pengurukan yang berada di Jalan Pahlawan. Pelarangan itu membuat truk diparkir di bahu jalan hingga memakan separuh badan jalan. Arus lalu lintas pun macet. 

Gelontor Dana Pementasan untuk Kesenian Ludruk

ilustrasi
Wartanusa-News

Nasib pelakon kesenian ludruk Surabaya dipastikan akan mendapatkan perhatian selama setahun ke depan. Di tahun 2018, Pemkot dan DPRD Kota Surabaya sepakat untuk memberikan perhatian lebih berupa jaminan pementasan selama satu tahun penuh.

Hal itu diwujudkan dengan pemberian alokasi anggaran pementasan ludruk selama satu tahun yang dicantumkan dalam penganggaran belanja APBD 2018. Anggaran sebesar Rp 250 juta sudah dimasukkan khusus untuk membiayai pementasan ludruk di Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Masduki Toha mengatakan, para pelakon ludruk diberi job untuk pentas empat kali dalam satu bulan.

"Dalam sebulan mereka akan dibayar Pemkot sampai empat kali tampil. Setiap penampilan akan diberikan biaya pementasan sebesar Rp 5 juta," kata Masduki.

Pementasan bisa dilakukan di Taman Hiburan Remaja ataupun di gedung Teater Balai Pemuda yang baru.

Dengan begitu, dikatakan politisi PKB tersebut, akan menjamin para pelaku seni lokal Surabaya untuk berkarya sehingga upaya pelestarian budaya di kalangan anak muda dapat berjalan.

"Saat ini kesenian ludruk sudah semakin jarang diminati. Anak-anak muda zaman sekarang lebih memilih kesenian dari luar negeri. Kami tidak ingin itu berkepanjangan," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong agar pementasan ludruk semakin sering ditampilkan dan mengundang anak-anak sekolah dalan setiap pementasannya.

"Sebenarnya di perubahan anggaran keuangan tahun 2017 kita sudah alokasikan. Namun kita tambahkan jumlahnya sampai seminggu sekali penampilan ludruk," katanya.

Sementara itu, meski memberikan gelontoran dana untuk pementasan, Masduki mengaku di tahun 2018 mendatang pihaknya masih belum memberikan alokasi anggaran untuk revitalisasi Taman Hiburan Remaja (THR).

Hal ini dikarenakan masih menunggu Pemkot untuk mengajukan. "Kalau dirasa perlu revitalisasi tentu kami mendukung. Nanti Dinas Cipta Karya yang akan mengajukan. Tapi untuk tahun depan sepertinya belum," ucap Masduki.

Sementara itu menanggapi terkait revitalisasi THR, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima perencanaan pengembangan kawasan THR dari Bappeko Surabaya.

"Tapi pasti ada. Namun masalahnya sekarang aset kita di Hi Tech Mall kan masih digunakan oleh pihak ketiga, nantinya akan ada penataaan kawasa terintegrasi antara THR, Taman Remaja Surabaya, serta Hi Tech Mall, tapi menunggu masa berakhirnya BOT dengan pihak Hi Tech Mall," ucap Widodo.

Sebab saat ini, lantaran sistem built operation and transfer (BOT) dari pihak Hi tech mall masih belum selesai. Sehingga baru bisa dilakukan sentuhan revitalisasi.

"Karena yang sekarang ini kita rugi karena tidak dapat tampak muka, dan posisinya ada di belakang. Nanti kalau sudah berakhir BOTnya kita bisa tata secara keseluruhan," ucapnya. Diketahui, untuk berakhirnya BOT dari pengelola Hi Tech Mall ini akan jatuh pada tahun 2019 mendatang.@Santoso

Para Pendaki yang Tersesat di Puncak Gunung Kelud

Mobil Tim BPBD Kabupaten Kediri masih menunggu
proses evakusi para pendaki yang tersesat di Gunung Kelud dinihari.
Sulitnya medan menghambat Tim SAR Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri bersama SAR Basarnas dan TNI/POLRI  dalam proses evakuasi para pendaki yang tersesat di Puncak Gunung Kelud.

Hingga Selasa dini hari (7/11/2017) proses evakuasi oleh Tim SAR yang terbagi dua titik itu masih berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, identitas para pendaki itu yakni sebanyak 9 mahasiswa bernama Arik, Miswa, Santi, Ani dan Nani, Agus, Sutris dan Raka.
Sedangkan, di tempat itu juga terdapat anggota Karang Taruna dari LMDH Kabupaten Blitar bernama Hari, Heru dan Wardi.

Belum dapat dipastikan para mahasiswa itu berasal dari perguruan tinggi mana saja.

Kejadian pendaki tersesat itu berawal ketoka para rombongan itu mulai tracking dari Desa Tulungrejo Kabupaten Blitar pukul 09.00 WIB. Seorang pendaki wanita bernama Nani pingsan sekira pukul 15.00 WIB. Cuaca ekstrem hujan lebat yang terjadi di lokasi pendakian itu diduga kuat menjadi penyebab kondisi pendaki drop.

Untuk diketahui para pendaki itu menuju ke Puncak Gunung Kelud melewati jalur tak resmi. Pemkab Kediri masih menutup akses menuju Puncak Kelud pasca erupsi Gunung Kelud 2014 silam. Hingga berita ini ditulis Tim SAR masih belum sampai ke titik para pendaki yang tersesat itu.

Mereka berupaya secepatnya mengevakuasi pendaki yang pingsan sebelum berpotensi terkena hipertermia.

Waria Pattaya Meriahkan Thai Lifestyle Fair Surabaya

Wartanusa-news, Surabaya
Kota Pattaya identik dengan waria. Salah satu pusat pariwisata di Thailand itu terkenal sering menyuguhkan pertunjukkan karnaval yang dilakukan oleh waria kepada turis.
Tapi malam ini (30/5) warga Surabaya tidak perlu terbang jauh ke Thailand untuk melihat pertunjukkan tersebut.

Thai Lifestyle Fair yang diadakan di Tunjungan Plaza mendatangkan langsung waria-waria dari Pattaya untuk memberikan tarian Sawadee Ka atau Selamat Datang dalam bahasa Indonesia.

Pengunjung pun terlihat menikmati suguhan khas Negara Gajah Putih itu. "Thailand famous dengan waria, jadi kita bawa mereka kesini untuk karnaval," ujar Nurikshan salah satu panitia acara yang juga mahasiswi asal Thailand yang menempuh pendidikan di Universitas Airlangga Surabaya.

Acara Thai Lifestyle Fair ini merupakan yang pertama kali diadakan di Surabaya. Bekerjasama dengan Kedubes Thailand, Thai Trade selaku panitia acara ingin menunjukkan potensi perdagangan dari negara Thailand. "Barang yang ada di display sekarang, kita bawa dari Thailand. Barang otentik Thailand seperti perhiasan ruby, anyaman dan batik Thailand," ucap Nurikhsan.

Selain mendatangkan waria langsung dari Pattaya, Thai Lifestyle Fair juga akan dimeriahkan oleh fashion show dari designer Thailand. Acara ini juga dihadiri oleh Duta Kerajaan Thailand untuk Indonesia.

Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa tujuan acara ini agar warga Surabaya mengenal Thailand lebih dalam terutama produk khas Thailand. Jangan heran jika pramusaji yang ada di pameran ini menggunakan bahasa Inggris. Karena mereka juga diimport langsung dari Thailand.

Mengingat banyaknya warga negara Thailand yang merantau baik untuk bekerja ataupun kuliah di Surabaya, membuat warga asli Negara Gajah Putih ini mendirikan komunitas Thailand. "Karena semakin banyak orang Thailand disini, kita buat komunitas untuk berkumpul dan sebagai duta Thailand di Surabaya," papar Nurikhsan.

Kamenag Pamekasan Dimutasi, MPM Syukuran

Wartanusa-news, Madura
Puluhan massa yang mengatasnamakan Mahasiswa Pemuda Menggugat (MPM) melakukan potong tumpeng di depan Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Pamekasan, Kamis (30/05/2013)

Selain melakukan potong tumpeng juga dilakukan tahlil bersama yang merupakan bentuk rasa syukur atas dimutasinya kepala Kamenag Pamekasan, Nurmaluddin, ke Kamenag Lumajang, beberapa hari yang lalu.

"Kami atas nama MPM melakukan aksi ini dikarenakan selama kepemimpinan Nurmaluddin, Pamekasan bisa dibilang tidak kondusif dengan kebijakan-kebijakan yang diterapkan terhadap para bawahannya," kata Zaini, salah satu pemimpin aksi.

Aktivis GMNI Pamekasan itu menambahkan, selain di lingkungan Kamenag Pamekasan, Nurmaluddin juga berulah dengan mengancam salah satu wartawan harian di Pamekasan, dan saat ini persidangannya sudah berjalan. "Kami ingin kiranya Normaluddin sadar akan apa yang telah ia perbuat selama memimpin di Pamekasan," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh koordinator aksi, I'am Kholil. Dimutasinya Nurmaluddin merupakan angin segar untuk perkembangan pendidikan di Pamekasan, khususnya di lingkungan Kamenag Pamekasan. Hal itu terlihat jelas, ketika para siswa MAN Pamekasan, melakukan mogok belajar atas kebijakan yang memindah guru mereka ke lembaga lain.

"Otomatis, Nurmaluddin memang tidak diinginkan berada di Pamekasan, dengan sikap dan pola kepemimpinannya yang cenderung otoriter bak seorang raja," kata I'am Kholil.

Lebih lanjut, I'am mengatakan, dengan adanya perubahan pimpinan di lingkungan Kamenag Pamekasan, dari Nurmaluddin pada pemimpin yang baru, Muarif Thantowi. Situasi dan kondisi di Pamekasan, kembali stabil dan kondusif.

"Kami berharap pada kepemimpinan yang baru untuk menciptakan kondisi yang kondusif dan benar-benar mencerminkan lembaga yang berbasis agama," pungkasnya.

MNCTV Festival Ikut Meriahkan HUT Surabaya

Wartanusa-news, Surabaya
Peringatan hari jadi kota Surabaya ke 720, juga ikut dimeriahkan oleh MNCTV. Bekerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya mengadakan MNCTV Campustfest.

"MNCTV Festival digelar untuk mendekatkan diri dan membangun emosional yang semakin baik dengan pemirsa, salah satunya Campustfest di Unesa," ujar Nana Putra selaku Managing Director MNCTV, Kamis (29/5/2013).

Campustfest akan membuka rangkaian MNCTV Festival di Surabaya. Diadakan di kampus Universitas Surabaya, acara campusfest mengadakan workshop dan lomba yang bisa diikuti oleh semua mahasiswa di Jawa Timur.

Satu hal yang tidak kalah menarik dari acara Campusfet adalah seminar tentang mengenai dunia pertelevisian bertemakan 'Program Yang Mencerahkan dan Menginspirasi Pilihan Pemirsa'. Seminar akan dihadiri langsung oleh Ray Wijaya selaku Vice Presindent News MNCTV, Kadek Baruna Antartika selaku produser peraih Panasonic Awards, Tri Ambarwatie selaku Produser Senior MNCTV, dan Sirikit Syah selaku staf khusus Rektor Unesa.

Selain Campustfest, MNCTV Festival juga akan mengadakan program live dan talkshow dibeberapa kota di Jawa Timur.
 
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Wartanusa-News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger