Berita Terkini, Wartanusa-news Kesehatan
Sebuah penelitian terbaru di Swedia menunjukkan bahwa wanita hamil
yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas lebih berisiko
melahirkan secara prematur. Tak hanya itu, obesitas juga bisa
meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan. Peneliti menemukan bahwa
kaitan ini sangat kuat terutama pada bayi yang lahir lebih awal, yaitu
saat berusia 22 - 27 minggu.
"Penelitian ini menunjukkan adanya kaitan langsung antara kelebihan
berat badan dan obesitas yang dialami ibu selama kehamilan dengan risiko
kelahiran prematur," ungkap Dr Muktar Aliyu dari Vanderbilt University
School of Medicine di Nashville, seperti dilansir oleh Reuters (11/06).
Lebih lanjut Aliyu menyarankan agar wanita hamil menjaga berat badan
mereka sebelum dan setelah kehamilan, tak hanya untuk kepentingan mereka
tetapi juga untuk kepentingan anak.
Untuk penelitian ini , Dr Sven Cnattingius dari Karolinska Institute
dan koleganya menganalisis data dari 1,6 juta wanita hamil dan bayi yang
mereka lahirkan pada tahun 1992 - 2010. Sekitar lima persen bayi lahir
lebih awal, pada minggu ke 32 atau 36. Sementara kelahiran normal mulai
minggu ke-36 sampai 42.
Peneliti menemukan bahwa jika berat badan wanita hamil melampau BMI,
maka risiko mereka untuk melahirkan prematur juga meningkat. Dalam
penelitian ini, wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas juga
memiliki risiko tinggi untuk melahirkan sangat awal secara tiba-tiba.
Aliyu menambahkan bahwa berat badan yang bertambah saat kehamilan,
tak hanya sebelum kehamilan, juga berpengaruh dan bisa meningkatkan
risiko kelahiran prematur. Aliyu menyarankan agar wanita hamil
memperhatikan makanan sehat yang mereka konsumsi sehingga tidak
menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

