![]() |
Ilustrasi menggunakan internet |
Wartanusa-News, Surabaya
Penetrasi internet yang terus meningkat, belum membut para pelaku UKM di
Jawa Timur sadar manfaat. Buktinya, saat ini baru ada 1.000 UKM di Jawa
Timur yang welcome terhadap teknologi.
Sementara untuk tingkat nasional masih tercatat 5.000 UKM yang Go Online. Padahal di Indonesia tercatat ada 55 Juta UKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Fattah Jasin, mengaku, pihaknya terus menggenjot SDM bagi para pelaku UKM agar ramah dengan media Internet. Akrab dengan dunia maya, tentunya menjadikan UKM Jawa Timur semakin berdaya saing.
"Seiring dengan program pemprov Jatim, kami terus menggenjot pelaku UKM Jatim. Salah satunya adalah bekerja sama dengan program IndiPreneur," kata Fattah usai diskusi IndiPreneur di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmad, Surabaya, Selasa (5/3/2013).
Untuk itu, kata Jasin, pihaknya menggelar berbagai pelatihan. Bahkan, beberapa pelaku Koperasi di Jawa Timur juga terlibat.
"Termasuk Koperasi diberikan kebebasan untuk memilih jasa mana saja untuk Go Online," tambahnya.
Sementara untuk tingkat nasional masih tercatat 5.000 UKM yang Go Online. Padahal di Indonesia tercatat ada 55 Juta UKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Fattah Jasin, mengaku, pihaknya terus menggenjot SDM bagi para pelaku UKM agar ramah dengan media Internet. Akrab dengan dunia maya, tentunya menjadikan UKM Jawa Timur semakin berdaya saing.
"Seiring dengan program pemprov Jatim, kami terus menggenjot pelaku UKM Jatim. Salah satunya adalah bekerja sama dengan program IndiPreneur," kata Fattah usai diskusi IndiPreneur di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmad, Surabaya, Selasa (5/3/2013).
Untuk itu, kata Jasin, pihaknya menggelar berbagai pelatihan. Bahkan, beberapa pelaku Koperasi di Jawa Timur juga terlibat.
"Termasuk Koperasi diberikan kebebasan untuk memilih jasa mana saja untuk Go Online," tambahnya.

