![]() |
| Dirut PT Puspetindo Rijaludin yang disandera di kantor DPRD Gresik |
Direktur
Utama (Dirut) PT Puspetindo Rijaludin Tamar, mengaku tidak mempunyai uang untuk
membayar pesangon terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.
"Kami tidak mempunyai uang untuk membayar PHK karyawan. Kami harus Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) untuk menjual perusahaan," kata Rijaludin, Jumat (22/2/2013).
Mediasi dihadiri Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim, Ketua Komisi D DPRD Gresik Chumaidi Ma'un, dan Wakil DPRD Gresik Susianto.
Usaha menjual PT Puspetindo di Jl Raya Maduran, Kecamatan Manyar sejak 2012 selalu menemui jalan buntu.
"Setiap ada pembeli selalu terhalang oleh pekerja, sehingga pembeli perusahaan gagal," imbuhnya.
Mediasi yang dilakukan Komisi D DPRD Gresik selalu gagal, sebab pekerja menghendaki penyelesaian pemberian upah PHK secara langsung.
Hingga kini, jajaran Polres Gresik dikerahkan untuk menjaga Kantor DPRD Gresik.
"Kami tidak mempunyai uang untuk membayar PHK karyawan. Kami harus Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) untuk menjual perusahaan," kata Rijaludin, Jumat (22/2/2013).
Mediasi dihadiri Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim, Ketua Komisi D DPRD Gresik Chumaidi Ma'un, dan Wakil DPRD Gresik Susianto.
Usaha menjual PT Puspetindo di Jl Raya Maduran, Kecamatan Manyar sejak 2012 selalu menemui jalan buntu.
"Setiap ada pembeli selalu terhalang oleh pekerja, sehingga pembeli perusahaan gagal," imbuhnya.
Mediasi yang dilakukan Komisi D DPRD Gresik selalu gagal, sebab pekerja menghendaki penyelesaian pemberian upah PHK secara langsung.
Hingga kini, jajaran Polres Gresik dikerahkan untuk menjaga Kantor DPRD Gresik.

