![]() |
| Illustrasi Pilgub Jatim |
Setelah melakukan tes psikologi terhadap enam orang kader dari PDIP Jawa Timur, DPP PDIP bakal mengumumkan pasangan bakal calon (Balon) di Pilgub Jatim 2013 pada awal Maret mendatang.
Enam orang kader tersebut adalah Bukhori (Walikota Probolinggo), Said Abdullah (Anggita DPR RI asal Madura), Suyanto (Bupati Jombang), Taufiqurrahman (Bupati Nganjuk), Budi Sulistiyono (Bupati Ngawi), dan Suhandoyo (Wakil Ketua DPD PDIP Jatim).
"Enam orang itu telah melalui tes psikologi untuk maju di Pilgub Jatim. Langkah selanjutnya DPP PDIP akan mengeluarkan rekomendasi satu paket pada awal Maret 2013 Cagub dan Cawagub," kata Politisi PDIP Said Abdullah di Surabaya, Jumat (22/2/2013).
"Kami siap jadi kompetitor Soekarwo, apakah nanti dari internal atau eksternal keputusan di DPP," tegasnya.
Siapapun yang akan direkomedasikan oleh DPP, sebagai Kader, tentunya harus patuh dan tunduk terhadap keputusan tersebut. Hal itu berlaku jika nantinya DPP PDIP merekomendasikan calon eksternal.
"Jika ada kader yang menolak rekomendasi, sama halnya membangkang dengan keputusan DPP PDIP karena dianggap kader tidak loyal kepada partai," tandasnya.
Ditanya apakah ada peluang bagi Khofifah Indar Parawansah untuk berangkat sebagai Cagub melalui PDIP, Said menegaskan, PDI merupakan partai yang terbuka bagi siapapun.
"Kursi kita lebih kok. Jangan kemudian ada calon dari PDIP yang milih-milih Cawagub," tukas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.
Dia juga menolak jika kultur Jawa Timur adalah perpaduan antara Nasionalis dan Religius. Menurutnya, semua orang nasionalis juga beragama, dan orang yang beragama pasti juga nasionalis.
"Relegius dan nasionalis itu terletak pada nilai-nilai, jadi jangan mudah terjebak dengan dikotomi relegius dan nasionalis," tambahnya.

