Link Banner
Headlines News :
Home » » Khofifah mulai Bicara soal Visi Pilgub Jatim

Khofifah mulai Bicara soal Visi Pilgub Jatim

Bacagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sebua acara.
Bakal calon gubernur (bacagub) Jatim Khofifah Indar Parawansa, mulai berbicara soal visi misinya.

Perempuan yang masih menjabat Menteri Sosial RI ini mengatakan bahwa satu di antara program utamanya adalah ingin menurunkan tingkat kemiskinan pedesaan di Jatim.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementeriannya, kemiskinan pedesaan di Jatim masih menjadi yang tertinggi secara nasional.
Di dalam penjelasannya, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 10,56 secara nasional.

Namun, untuk kemiskinan pedesaan, angkanya hampir mencapai 14 persen sedangkan kemiskinan perkotaan hanya sekitar 7 persen.

"Artinya, kemiskinan pedesaan masih di atas kemiskinan nasional. Sedangkan kemiskinan pedesaan yang tertinggi ada Jatim. Kemudian untuk kemiskinan perkotaan tertinggi di Jawa Barat," ujar Khofifah di Surabaya, Senin (6/11/2017).

Atas realita tersebut, ia merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi menurunkan indeks kemiskinan pedesaan dan gini ratio di Jatim.

"Barangkali, ada yang bisa kami lakukan, lebih cepat, lebih signifikan, untuk membantu penurunan kemiskinan, dan gini rasio di pedesaan," cetus Ketua Muslimat NU ini.

Ia menjelaskan, berbekal memimpin Kementerian Sosial sejak 2014 lalu, Khofifah telah mengetahui beberapa langkah strategis untuk mempercepat penurunan tersebut.

"Saya selama di Kementerian Sosial, ada amanat dari pemerintah, amanat dari presiden. Yakni, prioritas pembangunan nasional, salah satunya adalah menurunkan kemiskinan dan menurunkan gene ratio," kata Khofifah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia melalui kementerainnya kemudian meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Alhamdulillah, survei dari Bank Dunia, Bappenas, BNP2K, dan terakhir dari kementerian keuangan, PKH ternyata program yang paling signikan menurunkan gene ratio dan kemikinan," cerita Khofifah.

Atas keberhasilannya tersebut, Khofifah kemudian diarahkan oleh presiden untuk menyerahkan bantuan dalam format nontunai.

Kemensos bersama bank-bank yang tergabung dalam bank-bank Himbara berhasil menyiapkan format bansos non tunai melaui kartu keluarga sejahtera yang memiliki fungsi combo, yakni penyaluran bantuan seklaigus buku rekening tabungan.

"Ketika diuji coba di 2016, di enam juta penerima manfaat, Alhamdulillah sudah berjalan sangat lancar," cerita politisi asal Surabaya ini.

"Bahkan, bisa mencapai pedalaman, perbatas antar negara, pulau terluar, dan bisa menjangkau seluruhnya. Realisasinya bisa tembus 99 persen dari target," lanjutnya.

Tak hanya itu, ia juga tengah menyiapkan program pengentasan kemiskinan pedesaan dengan memaksimalkan dana desa.

Hal ini juga menjadi arahan Presiden Joko Widodo, bukan hanya kepada kementerainnya, namun juga kementrian yang lain.

"Pak Presiden sangat kuat komitmenya untuk menurunkan kemiskinan pedesaan, di antaranya melalui padat karya. Ratas (rapat terbatas) antar kementerian sangat serius membahas itu," ceritanya.

Ia menjelaskan, dari besaran dana desa yang cukup tinggi, ia optimis bisa memaksimalkan upaya penurunan kemiskinan tersebut.

"Sangat memungkinkan untuk bisa menjadi pintu masuk percepatan kesejahteraan di desa," ujarnya.

"Terutama di Jatim, dapat dilakukan dengan sistem, mekanisme, format intervensi, yang sudah pernah saya lakukan itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, tak akan bertindak sendiri, melainkan akan memaksimalkan berbagai potensi.

"Rasanya saya bisa bersinergi dengan seluruh elemen, bukan hanya elemen di Jatim, namun juga nasional, dan bahkan luar negeri," ungkapnya optimis.

"Ini adalah tantangan bagi saya, rakyat Jatim, arek Suroboyo. Secara bersama-sama ayo turun percepatan pembangunan masyarakat di desa," pungkas Khofifah.

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Wartanusa-News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger