Berita Terkini, Wartanusa-news Olah Raga
Baru setahun difungsikan sebagai venue pertandingan sepakbola
profesional, kondisi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sudah
memprihatinkan, utamanya kondisi pintu masuk stadion.
Mayoritas
pintu, mulai masuk dari tribun timur, selatan hingga utara, sudah
mengalami kerusakan, utamanya di bagian engsel pintu.
"Memang
seperti itu kondisinya, Mas. Hampir semua pintu masuk kondisinya sama,
yakni kerusakan di bagian engsel," keluh wakil ketua panitia pelaksana
(panpel) pertandingan Persebaya, Samsudin Warnangan.
Menurut
Samsudin, rusaknya engsel membuat suporter dengan leluasa masuk tanpa
tiket. "Untuk mengantisipasinya, kita harus kerahkan petugas lebih
banyak untuk menjaga pintu," imbuhnya.
Ia menambahkan, kondisi
ini sudah dikeluhkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat Dinas
Pemudan dan Olahraga (Dispora). "Sudah berulang kali kita omongkan.
Tapi tetap tak ada tanggapan," jelas Samsudin.
"Kalau begini
terus, kita yang rugi kan. Sedanhkan harga sewa juga tetap, tapi
kualitas tak ada perbaikan," tutup pria asal Gresik ini.
Selain
masalah pintu, banyak atap di tribun juga nampak bolong karena tersapu
puting beliung. Sayangnya, hingga saat ini belum ada niatan dari
pengelola untuk memperbaiki kerusakan itu.
Bahkan, stadion yang
diklaim termewah di Jawa Timur (Jatim) ini juga tak memiliki papan
skor digital. Sungguh ironis untuk stadion sekelas GBT yang sudah mulai
digunakan untuk menggelar pertandingan internasional.

