Wartanusa-news, Surabaya
Pembangkit listrik konvensional yang ada sekarang masih menggunakan bahan bakar
fosil. Seperti yang kita ketahui, gas buang
atau emisi yang dikeluarkan oleh bahan bakar fosil sangat besar dan mencemari
udara.
Hal inilah yang menjadi inspirasi penelitian oleh Rony siswa kelas 2 SMA 2
Madiun. "Semua perangkat disini dari daur ulang, turbin penggeraknya dari
magnet. Jadi tidak perlu bahan bakar fosil," terang Rony.
Alat yang diciptakan oleh Rony ini meskipun sederhana tapi bisa menghasilkan
aliran listrik yang cukup untuk menghidupkan lampu-lampu kecil.
Teknologi ini diklaim oleh Rony lebih murah dan efisien, karena minim
perawatan, "turbinnya juga lebih awet karena penggerak kincirnya pakai magnet,
kalau biasanya kan pakai gear. Intinya mesin ini adalah untuk efisiensi".
Selain minim perawatan, keunggulan alat ini adalah lebih ramah lingkungan
dibandingkan pembangkit yang sudah pernah dimiliki oleh Indonesia. "Saya memakai
bahan daur ulang semua, jadi lebih ekonomis, mudah merawatnya, dan ramah
lingkungan", papar Rony.
Riset yang dilakukan kurang lebih 6 bulan ini, bisa jadi alternatif energi di
masa depan. Rony mengatakan dalam waktu dekat akan memperbaiki kerja pembangkit
listrik ini, agar bisa menghasilkan daya yang lebih besar dan dapat bermanfaat
bagi Indonesia.

