Wartanusa-news, Madura
Setelah sempat tertunda, dana bantuan operasional sekolah (BOS) bagi lembaga
pendidikan di bawah naungan Kementrian Agama dipastikan segera cair dalam bulan
ini.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep Idham Chalid, Jumat (17/03/13) menjelaskan berdasarkan informasi dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur dana BOS sudah ada di rekening dan siap dicairkan bulan ini. "Bahkan untuk pencairan bulan ini nanti tidak hanya satu triwulan, melainkan langsung cair dua triwulan," katanya.
Idham memaparkan, keterlambatann pencairan dana BOS bukan monopoli masalah di Sumenep, namun terjadi merata di semua daerah. Hal tersebut karena anggaran dalam APBN masih diberi tanda bintang atau ada persyaratan yang belum dipenuhi, sehingga belum bisa dicairkan."Kenapa kok bisa dibintang itu ya kami tidak bisa menjawab, karena persoalannya bukan di Sumenep. Tapi yang jelas sekarang tanda bintangnya sudah dibuka, sehingga dana BOS bisa segera dicairkan," ujarnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, sejumlah Madrasah swasta di Sumenep mengaku kelimpungan karena dana BOS tak kunjung cair. Padahal sebagian besar Madrasah swasta, masih menggantungkan biaya operasional pada dana BOS.
Total jumlah sekolah penerima dana BOS di Sumenep sebanyak 530 lembaga. Dana Bos yang diterima untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar Rp 49 ribu per siswa per bulan, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar Rp 55 ribu per siswa. Sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA), tahun ini direncanakan juga mendapat kucuran dana BOS. Diperkirakan ada 200 MA yang mendapatkan dana BOS tahun 2013.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep Idham Chalid, Jumat (17/03/13) menjelaskan berdasarkan informasi dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur dana BOS sudah ada di rekening dan siap dicairkan bulan ini. "Bahkan untuk pencairan bulan ini nanti tidak hanya satu triwulan, melainkan langsung cair dua triwulan," katanya.
Idham memaparkan, keterlambatann pencairan dana BOS bukan monopoli masalah di Sumenep, namun terjadi merata di semua daerah. Hal tersebut karena anggaran dalam APBN masih diberi tanda bintang atau ada persyaratan yang belum dipenuhi, sehingga belum bisa dicairkan."Kenapa kok bisa dibintang itu ya kami tidak bisa menjawab, karena persoalannya bukan di Sumenep. Tapi yang jelas sekarang tanda bintangnya sudah dibuka, sehingga dana BOS bisa segera dicairkan," ujarnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, sejumlah Madrasah swasta di Sumenep mengaku kelimpungan karena dana BOS tak kunjung cair. Padahal sebagian besar Madrasah swasta, masih menggantungkan biaya operasional pada dana BOS.
Total jumlah sekolah penerima dana BOS di Sumenep sebanyak 530 lembaga. Dana Bos yang diterima untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar Rp 49 ribu per siswa per bulan, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar Rp 55 ribu per siswa. Sedangkan untuk Madrasah Aliyah (MA), tahun ini direncanakan juga mendapat kucuran dana BOS. Diperkirakan ada 200 MA yang mendapatkan dana BOS tahun 2013.

