Wartanusa-news Sidoarjo,
Pembunuhan Abdul Rojak (17), warga Desa Gading Manu Kecamatan Perak Jombang, dengan cara dibakar, yang jasadnya ditemukan di tengah sawah tepi sungai Dusun Botokan Desa Sambung Rejo, Kecamatan Sukodono, 12 April lalu, akhirnya terkuak.
Dari lima pelaku, dua diantaranya berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Sidoarjo. Dari penyelidikan di lapangan, petugas mengantongi 5 nama yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan itu.
Dua pelaku yang telah tertangkap yakni AB (16), warga Desa Sambung Rejo Sukodono dan KT (16) warga Lamongan. Sedangkan 3 tersangka lain yakni GN, SM dan OM masih buron. "Identitas ketiga pelaku sudah kami kantongi, dan kini sedang dalam pengejaran," tegas Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Rony Setiadi, Minggu (5/5/2013).
Dia menjelaskan, dari keterangan yang didapat, motif kasus ini dendam karena cemburu. Korban yang menjadi teman cangkruk dari para tersangka ini, sudah menjadi incaran pelaku untuk dihabisi. Penyebabnya adalah salah satu tersangka yakni SM, merasa cemburu karena kekasihnya diajak kencan oleh korban untuk melihat konser. "SM cemburu dan mengadu pada keempat tersangka lain, hingga terjadi perencanaan untuk menghabisi korban," ungkap Rony.
Lanjut Rony, awalnya pelaku memiliki banyak cara untuk membujuk korban agar ikut dengan para tersangka, mulai diajak pesta miras hingga alasan untuk diajak melihat balapan liar di By Pass Krian.
Tersangka yang kesehariannya ngamen dan banyak menganggur ini, pada Jumat 12 April sekitar pukul 00.30 mengajak korban pesta miras di Krian. Karena belum teler, kemudian tersangka kembali membuka botol untuk mabuk-mabukan di kawasan Panjunan Sukodono.
Cerita Rony, melihat korban sudah teler karena mabuk, tersangka langsung mengajak korban ke tempat sepi. Alasannya untuk diajak nonton balapan liar di By Pass Krian. Tersangka yang juga sudah terpengaruh miras, akhirnya juga sepakat untuk nantinya membakar korban.
OM, AB dan KT kemudian bertugas untuk membeli bensin 1 liter yang dimasukkan dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter. Sedangkan korban yang berboncengan dengan SM dan GN, menunggu di kawasan Sukodono.
"Setelah usai membeli bensin, ketiga tersangka lantas menemui kembali korban dan 2 teman lainnya. Beralasan ingin buang air besar, KT kemudian mengajak korban dan teman lainnya menyusuri tepi sungai Dusun Botokan Desa Sambungrejo Kecamatan Sukodono, dan korban dihabisi kemudian dibakar," ungkap mantan pengajar SPN Mojokerto itu.
Masih kata Rony, sebelum dibakar, korban ditusuk dari belakang oleh GN dengan pisau dapur hingga tembus jantung. Tusukan pertama itu langsung membuat korban yang bekerja di pabrik kawasan Kletek, Kecamatan Taman ini tersungkur.
Pembunuhan Abdul Rojak (17), warga Desa Gading Manu Kecamatan Perak Jombang, dengan cara dibakar, yang jasadnya ditemukan di tengah sawah tepi sungai Dusun Botokan Desa Sambung Rejo, Kecamatan Sukodono, 12 April lalu, akhirnya terkuak.
Dari lima pelaku, dua diantaranya berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Sidoarjo. Dari penyelidikan di lapangan, petugas mengantongi 5 nama yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan itu.
Dua pelaku yang telah tertangkap yakni AB (16), warga Desa Sambung Rejo Sukodono dan KT (16) warga Lamongan. Sedangkan 3 tersangka lain yakni GN, SM dan OM masih buron. "Identitas ketiga pelaku sudah kami kantongi, dan kini sedang dalam pengejaran," tegas Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Rony Setiadi, Minggu (5/5/2013).
Dia menjelaskan, dari keterangan yang didapat, motif kasus ini dendam karena cemburu. Korban yang menjadi teman cangkruk dari para tersangka ini, sudah menjadi incaran pelaku untuk dihabisi. Penyebabnya adalah salah satu tersangka yakni SM, merasa cemburu karena kekasihnya diajak kencan oleh korban untuk melihat konser. "SM cemburu dan mengadu pada keempat tersangka lain, hingga terjadi perencanaan untuk menghabisi korban," ungkap Rony.
Lanjut Rony, awalnya pelaku memiliki banyak cara untuk membujuk korban agar ikut dengan para tersangka, mulai diajak pesta miras hingga alasan untuk diajak melihat balapan liar di By Pass Krian.
Tersangka yang kesehariannya ngamen dan banyak menganggur ini, pada Jumat 12 April sekitar pukul 00.30 mengajak korban pesta miras di Krian. Karena belum teler, kemudian tersangka kembali membuka botol untuk mabuk-mabukan di kawasan Panjunan Sukodono.
Cerita Rony, melihat korban sudah teler karena mabuk, tersangka langsung mengajak korban ke tempat sepi. Alasannya untuk diajak nonton balapan liar di By Pass Krian. Tersangka yang juga sudah terpengaruh miras, akhirnya juga sepakat untuk nantinya membakar korban.
OM, AB dan KT kemudian bertugas untuk membeli bensin 1 liter yang dimasukkan dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter. Sedangkan korban yang berboncengan dengan SM dan GN, menunggu di kawasan Sukodono.
"Setelah usai membeli bensin, ketiga tersangka lantas menemui kembali korban dan 2 teman lainnya. Beralasan ingin buang air besar, KT kemudian mengajak korban dan teman lainnya menyusuri tepi sungai Dusun Botokan Desa Sambungrejo Kecamatan Sukodono, dan korban dihabisi kemudian dibakar," ungkap mantan pengajar SPN Mojokerto itu.
Masih kata Rony, sebelum dibakar, korban ditusuk dari belakang oleh GN dengan pisau dapur hingga tembus jantung. Tusukan pertama itu langsung membuat korban yang bekerja di pabrik kawasan Kletek, Kecamatan Taman ini tersungkur.

