Wartanusa-news, Mojokerto
Polres Mojokerto Kota menggelar silaturahim bersama tokoh masyarakat di Pendopo Pemkot Mojokerto, Jum'at (17/05/2013). Siraturahim tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi kerusuhan jelang Pilkada.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Iwan Kurniawan mengatakan, evaluasi dan antisipasi kamtibmas dengan tokoh agama sebagai langkah antisipasi kerusuhan jelang Pilkada. "Ini sebagai langkah antisipasi seperti kita ketahui beberapa waktu lalu terjadi kerusuhan saat pilbup," ungkapnya, tadi siang.
Beberapa langkah siapkan untuk mengantisipasi kerusuhan diantaranya, melakukan deteksi dini, pemberdayaan babinkamtibmas, pembentukan pokdar kamtibmas, pemberdayaan peranata sosial, pengaktifkan siskamling, peningkatkan patroli dialogis satuan sabhara, meningkatkan pemeriksaan multi sasaran, meningkatkan pengungkapam kasus seeta kerja sama dengan tokoh masyarakat.
"Ini sebagai upaya pencegahan, kita minta bantuan masukan dan kritikan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik sehingga Kota Mojokerto bisa aman kondusif dan sejahtera. Karena tidak menutup kemungkinan wilayah kita menjadi sasaran, kita tidak berfikir negatif tapi hanya antisipasi," katanya.
Menurutnya, saat-saat paling krusial dan perlu mendapat antisipasi maksimal adalah saat Pilkada. Jangan sampai ada aksi anarkis, kubu-kubu yang kecewa sebaiknya memang harus dewasa. Aksi teror bisa saja terjadi karena upaya balas dendam.
"Kita siapkan 1.400 anggota untuk pengamanan Pilgub dan Pilwali karena waktu bersamaan. Polisi akan sehari semalam, 24 jam akan menjaga keamanan di Kota Mojokerto. Apalagi saat Pilkada. Kami tunggu kerja sama dan peran serta semuanya," ujarnya.
Polres Mojokerto Kota menggelar silaturahim bersama tokoh masyarakat di Pendopo Pemkot Mojokerto, Jum'at (17/05/2013). Siraturahim tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi kerusuhan jelang Pilkada.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Iwan Kurniawan mengatakan, evaluasi dan antisipasi kamtibmas dengan tokoh agama sebagai langkah antisipasi kerusuhan jelang Pilkada. "Ini sebagai langkah antisipasi seperti kita ketahui beberapa waktu lalu terjadi kerusuhan saat pilbup," ungkapnya, tadi siang.
Beberapa langkah siapkan untuk mengantisipasi kerusuhan diantaranya, melakukan deteksi dini, pemberdayaan babinkamtibmas, pembentukan pokdar kamtibmas, pemberdayaan peranata sosial, pengaktifkan siskamling, peningkatkan patroli dialogis satuan sabhara, meningkatkan pemeriksaan multi sasaran, meningkatkan pengungkapam kasus seeta kerja sama dengan tokoh masyarakat.
"Ini sebagai upaya pencegahan, kita minta bantuan masukan dan kritikan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik sehingga Kota Mojokerto bisa aman kondusif dan sejahtera. Karena tidak menutup kemungkinan wilayah kita menjadi sasaran, kita tidak berfikir negatif tapi hanya antisipasi," katanya.
Menurutnya, saat-saat paling krusial dan perlu mendapat antisipasi maksimal adalah saat Pilkada. Jangan sampai ada aksi anarkis, kubu-kubu yang kecewa sebaiknya memang harus dewasa. Aksi teror bisa saja terjadi karena upaya balas dendam.
"Kita siapkan 1.400 anggota untuk pengamanan Pilgub dan Pilwali karena waktu bersamaan. Polisi akan sehari semalam, 24 jam akan menjaga keamanan di Kota Mojokerto. Apalagi saat Pilkada. Kami tunggu kerja sama dan peran serta semuanya," ujarnya.

