![]() |
| Istri Gusdur (Alm) |
Wartanusa-news, Nasional
Sinta Nuriyah Wahid meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera membuka segel
Masjid Ahmadiyah di Jatibening, Jawa Barat. Istri mantan Presiden keempat ini
meyakini solusi kasus Ahmadiyah adalah dengan mencabut SKB tiga menteri.
"Solusinya SKB (Surat Keputusan Bersama) dicabut," tegas Shinta di sela
kunjungannya di Komplek Masjid Al Misbah, Jl Pangrango Terusan No. 44,
Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/5).
Menurut Sinta, pelarangan terhadap kebebasan beragama bagi Jemaah Ahmadiyah
merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Selain itu, juga bertentangan
dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 tentang kebebasan beragama.
"Ada peraturan yang melindungi, tapi kenapa harus dilanggar? Dan aparat yang
melanggar, yang seharusnya melindungi," cetusnya.
"Mestinya tidak ada pelarangan-pelarangan. Pemasangan seng (penyegelan) ini
dianggap ilegal karena bertentangan hak asasi," tambah Shinta.
Di tempat yang sama, Ulil Abshar Abdalla dari Jaringan Islam Liberal (JIL)
mengakui, perhatian pemerintah sangat minim dalam mengatasi masalah diskriminasi
terhadap kaum minoritas.
"Saya mengakui kurang puas terhadap kinerja pemerintahan SBY, pemerintah
kurang berani melakukan tindakan tegas terhadap diskriminasi," kata pria yang
mengaku juga bagian dari Partai Demokrat ini.
Diketahui, penyegelan masjid Ahmadiyah sesuai dengan Surat Keputusan Bersama
Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2008. Serta
Keputusan 033/AJA/6/2008 dan Nomor 1999 Tahun 2008, dan Fatwa MUI Nomor
11/MUNAS/VII/MUI/15 Tahun 2005.
Ketentuan lainnya, yakni Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011
seputar larangan aktivitas Ahmadiyah, dan telah dituangkan dalam bentuk
Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 40 tahun 2011.
Sebelumnya, Sekretaris MUI Kota Bekasi, Sukandar Gozali mengatakan, kegiatan
yang dilakukan oleh Jamaah Ahmadiyah secara sekilas benar, namun kata dia, ada
beberapa yang disembunyikan.
"Walaupun dia bertakbir, berkiblat sama, ada yang disembunyikan, yang
disembuyikan itulah (menyimpang). Kalau mau masih beribadah, jangan membawa nama
Islam," katanya usai pemagaran beberapa waktu lalu.

