![]() |
| Ilustrasi Pembunuhan balita |
Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengungkap pembunuhan balita berusia 3,5 tahun di kawasan Endrosono VII Surabaya yang diduga dilakukan tetangga korban Sol (31), Selasa.
"Kami masih menyelidikinya dan memintai keterangan dari tersangka maupun saksi-saksi. Motif awal diperkirakan karena tersangka sakit hati dan dendam terhadap teguran ayah korban," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo di lokasi kejadian, Selasa petang.
Pengungkapan kasus ini bermula dari kebingungan orang tua korban yang mencari anaknya. Sejak izin bermain pada Sabtu (16/2) malam, Fahri tidak pulang hingga dicari kemana-mana oleh orang tuanya. Hingga akhirnya, tiga hari kemudian ditemukan dalam keadaan terlentang tak bernyawa di sebuah lorong samping rumah tersangka.
"Tersangka membunuh dengan cara membanting korban beberapa kali ke lantai. Untuk menghilangkan jejak, tersangka berniat menjadikan tubuh korban seperti patung. Tapi saat tubuh korban masih dilabur semen, sudah terlanjur diketahui warga," katanya.
Mengetahui aksinya terbongkar, tersangka sempat melarikan diri. Namun, tidak butuh waktu lama bagi polisi membekuk dan menangkapnya di kawasan Kedinding, yang berjarak tidak lebih dari tiga kilometer dari rumahnya.
Berdasarkan pengakuan di depan penyidik, tersangka nekat membunuh tetangganya karena merasa sakit hati dengan ayah korban, Mishari (40), yang menegur ketika melintas di hadapannya. Dengan alasan takut dibunuh, tersangka membunuh anak tetangganya terlebih dahulu.
"Ketika ayahnya melintas dan saling memandang, saya sempat ditegur dengan bernada ancaman. Daripada dibunuh, saya bunuh duluan anaknya ketika bermain di rumah," kata petugas menirukan pengakuan tersangka.
Tersangka juga mengaku membunuh korban dengan cara membekap serta membenturkan tubuh bocah itu ke dinding, sebelum dibanting ke lantai. Kebetulan di dekat lokasi kejadian ada sebuah hajatan menggunakan pengeras suara, sehingga teriakan korban tak terdengar dari luar.
Sementara itu, penyidik juga akan memeriksakan kejiwaan karena diperkirakan tersangka mengalami gangguan mental.
Di lokasi kejadian, petugas masih melakukan penjagaan dan dipasangi garis polisi setelah mencuat kabar rumah tersangka akan dibakar karena warga marah terhadap tindakan kejam tersangka.

