![]() |
| Logo PDIP |
PDIP masih belum menetukan sikap siapakah calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub-cawagub) Jawa Timur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013. Meski sudah melakukan psikotest terhadap kader internal, PDIP tidak menutup kemungkinan membuka peluang calon lain non kader.
"Dua-duanya (calon dari kader maupun non kader), menurut saya baik," ujar Said Abdullah, Sabtu (23/2/2013).
Politisi DPR RI dari PDIP ini mengatakan, jika cagub dan cawagubnya berasal dari kader PDIP, maka seluruh komponen sampai struktur partai paling bawah (PAC), bergerak bersama-sama untuk memenangkannya, demi kehormatan partai.
"Begitu juga sebaliknya, kalau salah satu dari luar (non kader), maka akan diberlakukan sama. Karena bagian perjuangan ideologi kepartaian tidak bisa tidak," tuturnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI asal Sumenep, Madura, ini yang juga salah satu kader yang mengikuti psikotest bersama 5 kader lainnya Suyanto (Bupati Jombang), Taufikurrahman (Bupati Nganjuk), Budi Sulistiyono (Bupati Ngawi), Suhandoyo (Wakil Ketua Bappilu DPD PDIP Jatim) dan HM Buchori (Walikota Probolinggo). Sedangkan calon non kader yang maju sebagai cagub (seperti Khofifah Indar Parawansa) masih mempunyai peluang. Namun, keputusannya tetap berada ditangan DPP PDIP.
"PDIP itu partai terbuka. Siapa pun (termasuk Khofifah) punya peluang yang sama diusung PDIP," terangnya. Ia juga menegaskan, menolak dikotomi nasionalis dan religius. Alasannya, semua orang religius juga nasionalis. Sedangkan nasionalis juga beragama.
"Saya menolak dikotomi religius atau nasionalis. Itu ulah politisi busuk," jelasnya.

