![]() |
| Demonstrasi tuntut Ketua DPC Demokrat mundur |
Perwakilan 18 pimpinan anak cabang (PAC) Partai Demokrat Sumenep, Selasa (19/02/13) berunjuk rasa ke kantor DPC Partai Demokrat setempat, menuntut ketua DPC, Djoni Tunaidi, mundur dari jabatannya.
"Ketua DPC telah ingkar janji dan tidak setia kepada partai. Janji untuk memperbaiki dan membesarkan Partai Demokrat Sumenep hanya omong kosong. Terbukti selama satu tahun tidak pernah ada kerja kepartaian. Tidak ada konsolidasi partai!," teriak Korlap Aksi, Sarkawi.
Bahkan, Sarkawi yang juga Ketua PAC Kalianget ini menuding Ketua DPC hanya sibuk dengan kerja-kerja proyek yang menguntungkan pribadi, dan tidak pernah memikirkan partai. "Sampai-sampai muncul julukan di masyarakat, Partai Demokrat Sumenep adalah Partai Proyek, partai pokmas. Ini kan menyakitkan. Semua gara-gara Ketua DPC sibuk bermain proyek," ujarnya.
Sarkawi juga menyoroti tidak pernah diadakannya Rapimcab, Rakorcab, dan Rakercab. Bahkan perintah Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat untuk mengadakan evaluasi dan konsolidasi fungsionaris partai, diabaikan. "Ini berarti Ketua DPC sudah menyalahi AD/ART, kode etik partai, dan kebijakan lainnya. Karena itu, kami, perwakilan 18 PAC, menuntut Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, mundur dari jabatannya," tandasnya.
Aksi sempat memanas ketika Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep tidak ada di tempat sehingga tidak bisa menemui para pengunjuk rasa. Massa yang merupakan pengurus PAC dan kader Partai Demokrat memilih untuk menyegel dan menutup kantor DPC Partai Demokrat Sumenep. Namun penyegelan tersebut batal dilakukan, setelah Badan Pengawas Partai Demokrat Sumenep, Imam Hidayat, menemui dan berdialog dengan pendemo.
"Saya, Badan Pengawas Partai Demokrat Sumenep, siap untuk menampung aspirasi PAC-PAC ini. Kami akan menindaklanjuti dan mengadakan rapat dengan jajaran pengurus Partai Demokrat," janjinya.

