Wartanusa-news, Pamekasan
Pemerintah Kabupaten
(Pemda) Kabupaten Pamekasan, memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia
(Natural Environment World Day) di Pendopo Ronggosukowati Jalan Pamong Praja,
Nomor 1 Pamekasan, Rabu (05/06/2013).
Peringatan yang digagas oleh gerakan perempuan melalui Tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pamekasan, melakukan tanam pohon di pakarangan pendopo dan rumah anggota.
Bupati Pamekasan, Achmad Syafi'I mengatakan, kondisi lingkungan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pamekasan, sudah cukup memprihatinkan. Hal itu dikarenakan kurang sadarnya masyarakat terhadap mamfaat dari alam yang berupa lingkungan, khususnya pohon. "Patut kita sadari, kondisi lingkungan kita yang sudah mulai memprihatinkan. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang lebih baik," kata Syafi'I.
Mantan anggota DPR RI dapil Madura itu menambahkan, Pemerintah Kabupaten senantiasa bernita, bertekad dan komitmen untuk memperbaiki lingkungan dan penghijauan dengan menanam pohon. "Mari kita satukan niat, tekad dan komitmen bersama-sama untuk memperbaiki lingkungan dan terus melakukan penghijauan, khususnya bagi pemerintah kabupaten Pamekasan," imbuhnya.
Oleh sebab itu, Syafi'I, berjanji akan memberikan reward atau penghargaan bagi para lurah maupun kepala desa (Kades) yang mampu memotivasi masyarakatnya untuk menggalakkan penghijauan di desa atau di wilayah kelurahan masing-masing.
Orang nomor satu dipamekasan itu mengajak seluruh masyarakat untuk memelihara pohon yang telah ada, sehingga mampu memberikan manfaat baik dari sisi penyerapan air tanah, penyedia udara yang bersih serta menciptakan suasana yang rindang dan asri. “Saya tekankan juga, pohon-pohon di kota ini tolong dipelihara, jangan hanya kita menanam setelah itu dibiarkan, karena kita menganggap bahwa pohon ini penting. harusnya kita berkaca kepada negara-negara yang pohon sulit tumbuh, betapa berharganya pohon bagi mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Sudah selayaknya masyarakat Indonesia, khususnya di Pamekasan, menghargai tanah yang subur ini, dengan menggalakkan budaya menanam pohon serta merawatnya dengan baik," pungkasnya.
Peringatan yang digagas oleh gerakan perempuan melalui Tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pamekasan, melakukan tanam pohon di pakarangan pendopo dan rumah anggota.
Bupati Pamekasan, Achmad Syafi'I mengatakan, kondisi lingkungan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pamekasan, sudah cukup memprihatinkan. Hal itu dikarenakan kurang sadarnya masyarakat terhadap mamfaat dari alam yang berupa lingkungan, khususnya pohon. "Patut kita sadari, kondisi lingkungan kita yang sudah mulai memprihatinkan. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang lebih baik," kata Syafi'I.
Mantan anggota DPR RI dapil Madura itu menambahkan, Pemerintah Kabupaten senantiasa bernita, bertekad dan komitmen untuk memperbaiki lingkungan dan penghijauan dengan menanam pohon. "Mari kita satukan niat, tekad dan komitmen bersama-sama untuk memperbaiki lingkungan dan terus melakukan penghijauan, khususnya bagi pemerintah kabupaten Pamekasan," imbuhnya.
Oleh sebab itu, Syafi'I, berjanji akan memberikan reward atau penghargaan bagi para lurah maupun kepala desa (Kades) yang mampu memotivasi masyarakatnya untuk menggalakkan penghijauan di desa atau di wilayah kelurahan masing-masing.
Orang nomor satu dipamekasan itu mengajak seluruh masyarakat untuk memelihara pohon yang telah ada, sehingga mampu memberikan manfaat baik dari sisi penyerapan air tanah, penyedia udara yang bersih serta menciptakan suasana yang rindang dan asri. “Saya tekankan juga, pohon-pohon di kota ini tolong dipelihara, jangan hanya kita menanam setelah itu dibiarkan, karena kita menganggap bahwa pohon ini penting. harusnya kita berkaca kepada negara-negara yang pohon sulit tumbuh, betapa berharganya pohon bagi mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, "Sudah selayaknya masyarakat Indonesia, khususnya di Pamekasan, menghargai tanah yang subur ini, dengan menggalakkan budaya menanam pohon serta merawatnya dengan baik," pungkasnya.

