Berita Terkini, Wartanusa-news Surabaya
Pengembangan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) kini menjadi
agenda nasional. Berbagai pihak terkait, termasuk perguruan tinggi dan
BUMN turut ambil bagian di dalamnya. Di bidang kelautan, PT PAL bersama
ITS berencana mengembangkan sebuah proyek kapal selam nasional.
Komitmen
bersama antara ITS dan PT PAL dalam membangun kapal selam nasional
dikukuhkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Jumat (21/6)
di Gedung Rektorat ITS Surabaya. Dalam nota kesepahaman ini, disepakati
empat hal yang akan menjadi poin kerja sama kedua pihak. Selain
mengadakan kajian teknologi kapal selam, ketiga poin lainnya adalah
dalam bidang pendidikan, lingkungan dan penyelamatan lingkungan hidup.
Direktur
Utama (Dirut) PT PAL (Persero), Ir M Firmansyah Arifin MM, dalam
sambutannya menyebutkan bahwa kerja sama kedua belah pihak akan membawa
kemajuan bagi Indonesia. Saat ini, teknologi kapal selam telah menjadi
kebutuhan utama dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Firmansyah
membandingkan, saat ini, Malaysia telah memiliki unit kapal selam
dengan teknologi getaran kecil. Dengan teknologi tersebut, kapal selam
Malaysia tidak akan bisa terdeteksi oleh radar kapal-kapal Indonesia
ketika melanggar batas negara. “Oleh karena itu, teknologi kapal selam
adalah upaya untuk mempertahankan kedaulatan bangsa,” kata Firmansyah.
Kini,
PT PAL juga tengah melakukan kerja sama transfer teknologi kapal selam
dengan perusahaan asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine
Engineering Co. Sebanyak 206 tenaga ahli PT PAL akan dikirim untuk
mempelajari proses pembangunan kapal selam disana. Firmansyah merinci,
sebanyak 186 orang tenaga ahli akan mempelajari proses produksi kapal.
“Sisanya, sebanyak 20 orang khusus mempelajari masalah desain kapal
selam,” terang Firmasnyah.
Sayangnya, pada proses transfer
teknologi ini, Daewoo Shipbuilding and MarineEngineering Co, tidak akan
membuka seluruh teknologinya kepada PT PAL. Pasalnya, tenaga PT PAL yang
dikirim tidak diperkenankan untuk menyentuh alat-alat produksi. Mereka
hanya diperkenankan untuk menyaksikan proses pembangunan kapal. “Kalau
saya bahasakan, mereka disana akan learning by seeing,” ujar Firmansyah
yang juga alumnus ITS ini.
Untuk itu, Firmansyah akan menyisipkan
beberapa tenaga akademis dari ITS untuk turut serta dalam proses
transfer teknologi dengan Daewoo. Tenaga akademisi ini akan lebih banyak
mengkaji mengenai pilihan-pilihan teknologi yang diberikan oleh Daewoo.
“Belum ada kesepakatan mengenai jumlah tenaga ITS yang akan
disisipkan,” ujarnya.
Kerja sama ini disambut baik oleh rektor
ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA. Tri Yogi mengatakan, kerja sama
dengan PT PAL merupakan sebuah kebanggaan bagi ITS. Sejak berdirinya
ITS, PT PAL telah menjadi mitra kerja sama dalam menyediakan tenaga
dosen bagi Fakultas Teknik Perkapalan ITS. “Kerja sama dengan PT PAL
tidak akan berakhir sampai kapanpun. Kami bangga bisa ikut membangun
industri maritim di negara kepulauan ini,” kata Tri Yogi.
Home »
Pendidikan
» Bikin Kapal Selam, PT PAL Gandeng ITS
Bikin Kapal Selam, PT PAL Gandeng ITS
Share
Labels:
Pendidikan

