Wartanusa-news Surabaya,
Muhammad Hanif, bayi berusia satu minggu yang mengalami benjolan besar di bagian belakang kepala menyerupai tumor, kini telah dilarikan ke RSUD. Dr. Soetomo Surabaya.
Anak dari pasangan Suwondo (21) dan Sunarsih (21), warga jalan Jangkungan I/31 ini sempat mengalami muntah-muntah hingga kesulitan bernafas sehingga kondisinya menurun.
"Sejak Sabtu malam, kondisi anak saya menurun. Dan badannya tiba-tiba membiru. Tapi, pagi-pagi tadi langsung diinkubator dan diberi oksigen oleh dokter," ujar Sunarsih.
Seperti yang sudah diutarakan dokter tadi pagi kepadanya, jika kondisi bayi Hanif semakin membaik itu sudah bagus. "Jadi saya belum berani berharap banyak untuk langsung dioperasi, karena nunggu kondisinya stabil dulu," papar Ibu 3 orang anak ini saat ditemui di ruang tunggu IRD Rawat Inap Anak lantai 2.
Meski penanganan operasi belum juga dipastikan karena kendala birokrasi SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang belum turun, namun Sunarsih kini sedikit lega. Ia bersyukur banyak yang bersedia membantu.
"Yah.. sekarang saya masih membayangkan kira-kira biayanya sampai berapa. Tapi semoga doa dan keridhoan para dermawan dapat membantu proses ini," tandasnya.
Saat ditemui beritajatim.com dan teman-teman komunitas Seribu Senyum, Minggu (5/5/2013) siang, bayi Hanif belum juga bisa ditemui.
Menurut Asy-Syahid Mujahidin, salah seorang komunitas Seribu Senyum, yang juga berprofesi sebagai perawat mengatakan, penyakit 'Enchefalocele ocipital, Palatoscisis, dan Hiperbilirubinemia' yang diderita bayi Hanif tergolong komplikasi.
Namun, dilihat dari surat keterangan dokter RSUD. Dr. Soetomo, penyakit yang diderita bayi Hanif ini belum ada indikasi keganasan yang diduga tumor. "Memang ada kelainan pada langit-langit bibirnya. Karena itu, menyebabkan timbulnya peradangan atau benjolan besar yang menyalur kebagian belakang kepala," ujar Syahid.
Muhammad Hanif, bayi berusia satu minggu yang mengalami benjolan besar di bagian belakang kepala menyerupai tumor, kini telah dilarikan ke RSUD. Dr. Soetomo Surabaya.
Anak dari pasangan Suwondo (21) dan Sunarsih (21), warga jalan Jangkungan I/31 ini sempat mengalami muntah-muntah hingga kesulitan bernafas sehingga kondisinya menurun.
"Sejak Sabtu malam, kondisi anak saya menurun. Dan badannya tiba-tiba membiru. Tapi, pagi-pagi tadi langsung diinkubator dan diberi oksigen oleh dokter," ujar Sunarsih.
Seperti yang sudah diutarakan dokter tadi pagi kepadanya, jika kondisi bayi Hanif semakin membaik itu sudah bagus. "Jadi saya belum berani berharap banyak untuk langsung dioperasi, karena nunggu kondisinya stabil dulu," papar Ibu 3 orang anak ini saat ditemui di ruang tunggu IRD Rawat Inap Anak lantai 2.
Meski penanganan operasi belum juga dipastikan karena kendala birokrasi SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang belum turun, namun Sunarsih kini sedikit lega. Ia bersyukur banyak yang bersedia membantu.
"Yah.. sekarang saya masih membayangkan kira-kira biayanya sampai berapa. Tapi semoga doa dan keridhoan para dermawan dapat membantu proses ini," tandasnya.
Saat ditemui beritajatim.com dan teman-teman komunitas Seribu Senyum, Minggu (5/5/2013) siang, bayi Hanif belum juga bisa ditemui.
Menurut Asy-Syahid Mujahidin, salah seorang komunitas Seribu Senyum, yang juga berprofesi sebagai perawat mengatakan, penyakit 'Enchefalocele ocipital, Palatoscisis, dan Hiperbilirubinemia' yang diderita bayi Hanif tergolong komplikasi.
Namun, dilihat dari surat keterangan dokter RSUD. Dr. Soetomo, penyakit yang diderita bayi Hanif ini belum ada indikasi keganasan yang diduga tumor. "Memang ada kelainan pada langit-langit bibirnya. Karena itu, menyebabkan timbulnya peradangan atau benjolan besar yang menyalur kebagian belakang kepala," ujar Syahid.

