Wartanusa-news, Madura
Sedikitnya 300 judul buku koleksi Perpustakaan Daerah Sumenep, 'raib'
karena tidak dikembalikan oleh peminjamnya.
Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Sumenep, Agus Dwi Putra, Jumat (17/05/13) menjelaskan, ratusan buku yang hilang itu sejak tahun 2008. Pihaknya menganggap buku-buku tersebut telah hilang, karena tidak dikembalikan oleh peminjam.
"Kartu anggotanya masih ada disini. Ada sekitar 300 kartu anggota yang tercatat meminjam buku tapi belum dikembalikan. Kalau 1 orang meminjam 1 buku, berarti ada 300 buku yang tidak kembali. Padahal 1 orang ada yang meminjam 2-3 buku. Ya tinggal mengalikan saja," katanya.
Agus memaparkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar buku-buku tersebut bisa kembali ke Perpustakaan Daerah. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. "Kalau buku-buku tersebut tidak kembali, kan kasihan pada peminjam yang lain, yang sebetulnya juga memerlukan buku itu. Jadi kami meminta dengan sangat kesadarannya untuk mengembalikan buku yang dipinjam," ujarnya.
Namun ia bersyukur, saat ini tingkat kehilangan buku karena tidak dikembalikan oleh anggota, jumlahnya menurun. "Ya semoga saja angka kehilangan buku ini bisa terus berkurang," harapnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah Sumenep saat ini terlihat mengalami trend peningkatan, yang didominasi oleh para pelajar. "Terutama kalau liburan sekolah, pasti terjadi kenaikan jumlah pengunjung. Kemudian menjelang ujian, juga terjadi peningkatan peminjaman buku, terutana buku-buku referensi pelajaran sekolah," paparnya.
Ditambahkan, jumlah koleksi buku di perpustakaan daerah Sumenep saat ini mencapai 6000 judul. Ia berupaya untuk selalu menambah koleksi judul buku, guna menarik minat pengunjung ke perpustakaan daerah. Koleksi buku tersebut masih didominasi buku-buku umum, mulai pengetahuan, ilmu terapan, dan beberapa jenis buku lainnya.
Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Sumenep, Agus Dwi Putra, Jumat (17/05/13) menjelaskan, ratusan buku yang hilang itu sejak tahun 2008. Pihaknya menganggap buku-buku tersebut telah hilang, karena tidak dikembalikan oleh peminjam.
"Kartu anggotanya masih ada disini. Ada sekitar 300 kartu anggota yang tercatat meminjam buku tapi belum dikembalikan. Kalau 1 orang meminjam 1 buku, berarti ada 300 buku yang tidak kembali. Padahal 1 orang ada yang meminjam 2-3 buku. Ya tinggal mengalikan saja," katanya.
Agus memaparkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar buku-buku tersebut bisa kembali ke Perpustakaan Daerah. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. "Kalau buku-buku tersebut tidak kembali, kan kasihan pada peminjam yang lain, yang sebetulnya juga memerlukan buku itu. Jadi kami meminta dengan sangat kesadarannya untuk mengembalikan buku yang dipinjam," ujarnya.
Namun ia bersyukur, saat ini tingkat kehilangan buku karena tidak dikembalikan oleh anggota, jumlahnya menurun. "Ya semoga saja angka kehilangan buku ini bisa terus berkurang," harapnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah Sumenep saat ini terlihat mengalami trend peningkatan, yang didominasi oleh para pelajar. "Terutama kalau liburan sekolah, pasti terjadi kenaikan jumlah pengunjung. Kemudian menjelang ujian, juga terjadi peningkatan peminjaman buku, terutana buku-buku referensi pelajaran sekolah," paparnya.
Ditambahkan, jumlah koleksi buku di perpustakaan daerah Sumenep saat ini mencapai 6000 judul. Ia berupaya untuk selalu menambah koleksi judul buku, guna menarik minat pengunjung ke perpustakaan daerah. Koleksi buku tersebut masih didominasi buku-buku umum, mulai pengetahuan, ilmu terapan, dan beberapa jenis buku lainnya.
"Kami akan berupaya terus menambah koleksi buku, sesuai dengan anggaran yang
ada. Tapi kami juga mendapat bantuan buku dari beberapa pihak, seperti para
mahasiswa yang kuliah di luar daerah," terangnya.

