Wartanusa-news, Surabaya
Program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan (Jalin Kesra) Pemprov Jatim memberi kontribusi terhadap penurunan kemiskinan sebesar 46 persen di Kabupaten Lumajang.
Demikian yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat Sosialisasi Terpadu Program Jalin Kesra Bantuan RTSM se-Bakorwil Malang di Gedung Dr Soedjono Jalan Alun-alun Selatan Kabupaten Lumajang, Selasa (14/5/2013) kemarin.
Pakde Karwo mengatakan, program Jalin Kesra berperan besar terhadap penurunan kemiskinan di Lumajang. Ia menyebutkan, pada tahun 2009 jumlah orang miskin di Lumajang sebanyak 130.000 jiwa. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 46 persen atau 61.000 jiwa pada akhir 2012. "Alhamdulillah, berkat Jalin Kesra kemiskinan di Jatim terus menurun di Lumajang dan di Jatim secara keseluruhan," katanya.
Penurunan kemiskinan di Jatim sejak tahun 2009 terus meningkat. Pada 2009 angka kemiskinan di Jatim menyentuh 6.022.590 jiwa atau 16,68 persen dari penduduk Jatim. Pada 2010 jumlah tersebut berkurang 1,42 persen atau 493.290 jiwa. Angka tersebut turun 1,03 persen atau 173.090 jiwa pada 2011, dan pada akhir 2012 turun lagi sebanyak 110.440 jiwa atau 0,32 persen.
Secara kumulatif sejak 2009, penurunan kemiskinan di Jatim sebesar 3,28 persen atau 951.620 jiwa. Ini menjadikan Jatim sebagai penyumbang penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia. "Akhir 2012, Jatim memberikan kontribusi 30,35 persen penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia," tegas Pakde Karwo.
Masih menurut Pakde Karwo, tahun ini Pemprov Jatim menargetkan program Jalin Kesra mampu menyentuh sebanyak 312.098 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) se-Jatim. Jumlah tersebut setara dengan 63,3 persen dari total 493.004 RTSM di Jatim.
Di Kabupaten Lumajang, Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada 1.599 RTSM Sasaran yang tersebar di 47 desa/kelurahan dan 11 kecamatan dengan 11 orang pendamping. Sedangkan jumlah rekapitulasi bantuan Jalin Kesra se-Bakorwil Malang adalah Rp 167.540.870.250 dan 130,8 ton beras jenis premium dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 18.928 KK.
Jalin Kesra tahun ini memiliki 280 orang pendamping, sasarannya adalah 54.229 RTSM yang tersebar di 2.124 desa/kelurahan, 317 kecamatan di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Rinciannya, sebanyak 16.690 RTSM mendapat bantuan non ternak, sedangkan 35.368 RTSM mendapat bantuan ternak. Paket ternak yang diberikan terdiri dari 25.010 paket kambing, 7.951 paket domba/gibas, dan 1.898 paket ayam dan 509 paket itik. Namun untuk paket ayam dan itik dialihkan ke kambing.
Sasaran utama program yang dirancang khusus sebagai keberpihakan terhadap orang miskin (pro poor) ini berupa pemberian bantuan uang dan pangan serta natura produktif ini adalah sebanyak 493.004 RTSM di 8.246 desa/kelurahan, 662 kecamatan, 38 kabupaten/kota (termasuk 4 desa tenggelam lapindo) dan sebanyak 259 desa/kelurahan yang tidak memiliki RTS. "Kami juga menyiapkan 320 tenaga pendamping yang siap ditempatkan seluruh Jatim," jelasnya.
Pakde Karwo minta pemerintah kabupaten/kota untuk selalu selaras dengan Pemprov dalam melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan program di lapangan menurut tupoksi masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "SKPD milik Pemkab/kota harus memiliki jalur yang selaras dengan SKPD pelaksana di tingkat provinsi agar Jalin Kesra berjalan lancar dan tepat sasaran," pesannya.
Sedangkan kepada camat dan kepala desa/kelurahan, ia berpesan agar bisa meneruskan sosialisasi kepada stake holder maupun warga di wilayahnya sehingga diperoleh pemahaman bersama mengenai program Jalin Kesra. "Terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya dalam melaksanakan program ini," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Pakde Karwo menyerahkan bantuan Jalin Kesra secara simbolis kepada RTSM se-Bakorwil Malang. Di antaranya Kelompok Mitra Sejati Desa Bondoyudo Kecamatan Sukodono berupa jenis mesin pelet dan bahan baku formulasi pakan ikan, kelompok Tirta Mulia Ds. Yosowilangun Kec. Yosowilangun berupa jenis sarana budidaya Cacing Lumbricus, Kelompok usaha bersama Langgeng Samudra Ds. Bades Kec. Paciran berupa Fispinder dan JPS, Bp. Masudi Kelompok Tani Sumber Tani Ds. Pandan Arum Kec. Tempeh berupa Handtractor, Kopwan Sri Rejeki Ds. Durogowok Kec. Kunir berupa uang Rp. 25 Juta, Kopwan Plamboyan Ds. Klanting Kec. Sukodono berupa uang Rp 25 Juta, Kopkar Gunung Ringgit Ds. Sawaran Kulon Kec. Gedung Jajang berupa uang Rp 25 Juta dan Kelompok Ternak Glagah Arum 1 Desa Kabodang Tepus Kec. Sendura berupa sapi perah impor A. 18 ekor per paket.
Selain itu, Pakde Karwo juga menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp. 577.500.000,- kepada Bupati Lumajang dan memberikan bantuan hibah pemberdayaan masyarakat secara simbolis kepada 23 orang penerima bantuan.
Sementara itu, Kepala Bapemas Provinsi Jatim Zarkasi mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan keempat setelah sebelumnya dilakukan di Bakorwil Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan.
Acara dihadiri kurang lebih 850 orang yang terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Ketua Dewan Riset Daerah Jatim, Ketua Job Placement UNIBRAW Malang, Ketua DPRD Lumajang, Forpimda Lumajang, 76 camat, 340 kades/lurah se-Lumajang, 49 SKPD kab/kota terkait, 85 pendamping Job Placement Unibraw, 108 orang UPKU Kab. Jember dan Lumajang, 122 orang pelaku PNPM Mandiri Pedesaan Kab. Lumajang, dan 22 orang UPKU penerima bantuan program pemberdayaan masyarakat.
Program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan (Jalin Kesra) Pemprov Jatim memberi kontribusi terhadap penurunan kemiskinan sebesar 46 persen di Kabupaten Lumajang.
Demikian yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat Sosialisasi Terpadu Program Jalin Kesra Bantuan RTSM se-Bakorwil Malang di Gedung Dr Soedjono Jalan Alun-alun Selatan Kabupaten Lumajang, Selasa (14/5/2013) kemarin.
Pakde Karwo mengatakan, program Jalin Kesra berperan besar terhadap penurunan kemiskinan di Lumajang. Ia menyebutkan, pada tahun 2009 jumlah orang miskin di Lumajang sebanyak 130.000 jiwa. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 46 persen atau 61.000 jiwa pada akhir 2012. "Alhamdulillah, berkat Jalin Kesra kemiskinan di Jatim terus menurun di Lumajang dan di Jatim secara keseluruhan," katanya.
Penurunan kemiskinan di Jatim sejak tahun 2009 terus meningkat. Pada 2009 angka kemiskinan di Jatim menyentuh 6.022.590 jiwa atau 16,68 persen dari penduduk Jatim. Pada 2010 jumlah tersebut berkurang 1,42 persen atau 493.290 jiwa. Angka tersebut turun 1,03 persen atau 173.090 jiwa pada 2011, dan pada akhir 2012 turun lagi sebanyak 110.440 jiwa atau 0,32 persen.
Secara kumulatif sejak 2009, penurunan kemiskinan di Jatim sebesar 3,28 persen atau 951.620 jiwa. Ini menjadikan Jatim sebagai penyumbang penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia. "Akhir 2012, Jatim memberikan kontribusi 30,35 persen penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia," tegas Pakde Karwo.
Masih menurut Pakde Karwo, tahun ini Pemprov Jatim menargetkan program Jalin Kesra mampu menyentuh sebanyak 312.098 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) se-Jatim. Jumlah tersebut setara dengan 63,3 persen dari total 493.004 RTSM di Jatim.
Di Kabupaten Lumajang, Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada 1.599 RTSM Sasaran yang tersebar di 47 desa/kelurahan dan 11 kecamatan dengan 11 orang pendamping. Sedangkan jumlah rekapitulasi bantuan Jalin Kesra se-Bakorwil Malang adalah Rp 167.540.870.250 dan 130,8 ton beras jenis premium dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 18.928 KK.
Jalin Kesra tahun ini memiliki 280 orang pendamping, sasarannya adalah 54.229 RTSM yang tersebar di 2.124 desa/kelurahan, 317 kecamatan di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Rinciannya, sebanyak 16.690 RTSM mendapat bantuan non ternak, sedangkan 35.368 RTSM mendapat bantuan ternak. Paket ternak yang diberikan terdiri dari 25.010 paket kambing, 7.951 paket domba/gibas, dan 1.898 paket ayam dan 509 paket itik. Namun untuk paket ayam dan itik dialihkan ke kambing.
Sasaran utama program yang dirancang khusus sebagai keberpihakan terhadap orang miskin (pro poor) ini berupa pemberian bantuan uang dan pangan serta natura produktif ini adalah sebanyak 493.004 RTSM di 8.246 desa/kelurahan, 662 kecamatan, 38 kabupaten/kota (termasuk 4 desa tenggelam lapindo) dan sebanyak 259 desa/kelurahan yang tidak memiliki RTS. "Kami juga menyiapkan 320 tenaga pendamping yang siap ditempatkan seluruh Jatim," jelasnya.
Pakde Karwo minta pemerintah kabupaten/kota untuk selalu selaras dengan Pemprov dalam melakukan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan program di lapangan menurut tupoksi masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "SKPD milik Pemkab/kota harus memiliki jalur yang selaras dengan SKPD pelaksana di tingkat provinsi agar Jalin Kesra berjalan lancar dan tepat sasaran," pesannya.
Sedangkan kepada camat dan kepala desa/kelurahan, ia berpesan agar bisa meneruskan sosialisasi kepada stake holder maupun warga di wilayahnya sehingga diperoleh pemahaman bersama mengenai program Jalin Kesra. "Terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya dalam melaksanakan program ini," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Pakde Karwo menyerahkan bantuan Jalin Kesra secara simbolis kepada RTSM se-Bakorwil Malang. Di antaranya Kelompok Mitra Sejati Desa Bondoyudo Kecamatan Sukodono berupa jenis mesin pelet dan bahan baku formulasi pakan ikan, kelompok Tirta Mulia Ds. Yosowilangun Kec. Yosowilangun berupa jenis sarana budidaya Cacing Lumbricus, Kelompok usaha bersama Langgeng Samudra Ds. Bades Kec. Paciran berupa Fispinder dan JPS, Bp. Masudi Kelompok Tani Sumber Tani Ds. Pandan Arum Kec. Tempeh berupa Handtractor, Kopwan Sri Rejeki Ds. Durogowok Kec. Kunir berupa uang Rp. 25 Juta, Kopwan Plamboyan Ds. Klanting Kec. Sukodono berupa uang Rp 25 Juta, Kopkar Gunung Ringgit Ds. Sawaran Kulon Kec. Gedung Jajang berupa uang Rp 25 Juta dan Kelompok Ternak Glagah Arum 1 Desa Kabodang Tepus Kec. Sendura berupa sapi perah impor A. 18 ekor per paket.
Selain itu, Pakde Karwo juga menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp. 577.500.000,- kepada Bupati Lumajang dan memberikan bantuan hibah pemberdayaan masyarakat secara simbolis kepada 23 orang penerima bantuan.
Sementara itu, Kepala Bapemas Provinsi Jatim Zarkasi mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan keempat setelah sebelumnya dilakukan di Bakorwil Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan.
Acara dihadiri kurang lebih 850 orang yang terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Ketua Dewan Riset Daerah Jatim, Ketua Job Placement UNIBRAW Malang, Ketua DPRD Lumajang, Forpimda Lumajang, 76 camat, 340 kades/lurah se-Lumajang, 49 SKPD kab/kota terkait, 85 pendamping Job Placement Unibraw, 108 orang UPKU Kab. Jember dan Lumajang, 122 orang pelaku PNPM Mandiri Pedesaan Kab. Lumajang, dan 22 orang UPKU penerima bantuan program pemberdayaan masyarakat.

